Tradisi Kawin Lari dan Culik di Berbagai Daerah. Ada yang Dianjurkan Tapi Ada Juga yang Dilarang!

shares |


Sebelum menikah, suku sasak saat ini masih banyak menerapkan penculikan terhadap calon istri. Uniknya, kamu nggak boleh sama sekali ketahuan kalau kamu hendak menculik pasanganmu. Kalau sampai ketahuan kamu bisa-bisa gagal menikah boys. Penculikannya pun tidak boleh dilakukan pada siang atau sore hari, melainkan harus malam hari. Kamu pun tidak boleh seenaknya menculik tanpa memperhatikan etika, kamu harus membawa serta teman-temanmu dan minimal harus membawa teman cewek. Tujuannya untuk menghindari fitnah. Setelah kamu berhasil membawa kabur pujaan hatimu, kamu harus menempatkannya di suatu tempat yang kira-kira nggak akan ketahuan orang tua dan tetangga-tetangganya. Di sinilah tantangannya, jika kamu berhasil dan tidak ketahuan, maka kamu pun bisa melamarnya dengan memberitahukan orangtua cewek bahwa anaknya telah kamu culik dan kamu bermaksud meminangnya. Dari tradisi ini, nilai-nilai keseriusan, keberanian, dan kecerdikan si cowok bakal benar-benar diuji.

Kawin Colong Suku Osing Banyuwangi, solusi kalau pernikahanmu nggak disetujui

Satu lagi tradisi culik menculik sebelum menikah ada di suku Osing Banyuwangi Jawa Timur. Berbeda dengan penculikan di Lombok, kebanyakan penculikan ini dilakukan karena pihak perempuan tidak menyetujui pernikahan. Sehingga si cowok harus membawa kabur si cewek secara diam-diam. Orang-orang tidak akan menganggap ini sebagai tindakan kriminal, hal ini justru sebagai pembuktian keseriusan si cowok, lho. Tetapi namanya juga tradisi, nggak boleh asal culik dong. Kamu harus melibatkan seorang Colok atau orang yang dituakan dan dihormati untuk mengawasi prosesi penculikanmu dan mengabarkan kepada orang tua pacar kamu.

Sebambangan atau Larian dari Lampung, mirip kawin lari tapi lagi-lagi ini beneran tradisinya

Hampir sama dengan tradisi sebelumnya, tradisi ini adalah prosesi melarikan sang cewek. Tetapi dalam adat Lampung, cewek dilarikan ke rumah kepala adat. Tujuan dari sebambangan ini untuk meminta persetujuan dari orangtua cewek. Sehingga pada prosesnya diharapkan orang tua dari kedua mempelai mencapai kesepakatan bersama. Lagi-lagi nggak boleh sembarangan, karena ini melibatkan kepala suku sekaligus orang tua pihak cowok dan pihak cewek lho boys.

Silariang, meski dilarang oleh adat, tapi tradisi ini sering dijadikan solusi buat mereka yang nggak disetujui

Bebeda dengan tradisi “kawin lari” sebelumnya, di Sulawesi Selatan melarikan anak orang kamu justru akan mendapat sanksi. Tradisi Silariang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih yang hubungannya tidak direstui. Meskipun dianggap sebuah penyalahan adat, tapi tradisi ini sering dijadikan solusi bagi pasangan yang tidak mendapatkan restu. Cewek yang tidak pulang dan dilarikan selama berhari-hari dianggap sebuah aib bagi keluarga. Sedangkan keluarga cowok dianggap sebagai keluarga yang memberi malu. Maka dari itu kedua pihak ini harus memperbaiki hubungan. Oiya, bahkan cerita tentang tradisi silariang ini juga sudah di filmkan, lho.

Baik itu dilarang atau dianjurkan, yang jelas kamu harus liat situasi dan kondisi kalau kamu mau mempraktekan kawin lari ini boys. Yang jelas dimana-mana prinsipnya tetap sama, jangan sampai menyalahi aturan dan taat sama etika. Kalau di daerah kamu melarikan anak gadis orang itu dilarang, tenang saja, masih banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuktikan keseriusan dan kemantapan hatimu untuk meminang si dia.

Sumber; http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/indonesia-memang-hebat-4-tradisi-nikah-ini-memungkinkan-kamu-menculik-calonmu-kalau-nggak-disetujui/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment