Tentang Suku Polahi yang Punya Tiga Tuhan dan Budaya Kawin Sedarah. Biar Cowok Makin Melek Sejarah!

shares |


Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Dan, sebagai cowok Indonesia, kamu harus tahu dikit lah soal budaya dari negaramu sendiri. Selain demi menjaga budaya itu sendiri, pengetahuan akan budaya juga sangat penting dalam kehidupan sehari-harimu. Ya, hitung-hitung bisa buat bahan obrolan sama cewek yang sedang kamu dekati kan?

Berbicara mengenai kebudayaan, ada salah satu suku di tanah air yang memiliki budaya unik loh. Meski sejatinya hampir seluruh suku di Indonesia memiliki budaya yang sangat unik. Adalah Suku Polahi asal Gorontalo yang paling nggak harus kamu tahu eksistensinya. Suku pedalaman asli Indonesia yang saat ini masih diteliti adat dan budayanya karena menyimpan sebuah misteri yang menarik. Seperti apa menariknya? Simak ulasan berikut ini!

Kalau di dunia selalu mendebatkan kepercayaan masing-masing umat, Suku Polahi ini justru memiliki tiga kepercayaan yang nggak pernah mereka debatkan

Sebagian besar masyarakat global saat ini masih sibuk dengan urusan kepercayaan yang mereka anut masing-masing. Bahkan di Indonesia, hal ini begitu tabu dan harus sangat berhati-hati dalam bertutur mengenai agama. Sementara itu, Suku Polahi justru memiliki tiga Tuhan yang nggak pernah sama sekali mereka perdebatkan. Dari ketiga Tuhan yang mereka percayai, mereka selalu patuh dan menaatinya.

Adalah Pulohuta, Tuhan yang digambarkan sebagai sosok hidup yang berkuasa atas tanah dan dicirikan sebagai leluhur (pasutri). Konon, kalau mereka pengen membuka lahan untuk berkebun, mereka harus meminta izin pada Poluhuta terlebih dulu agar berkah dan selamat.

Yang kedua adalah Lati. Tuhan yang dikatakan menyerupai makhluk-makhluk kecil yang mendiami pepohonan. Kalau Suku Polahi pengen menebang pohon, mereka harus membakar meyan dan merapal mantra untuk ‘mengusir’ Lati dari tempat tinggalnya.

Terakhir adalah Lausala, yang menjadi Tuhan ketiga yang mereka percayai akan keberadaannya. Lausala adalah makhluk yang selalu berkeinginan untuk membunuh masyarakat Suku Polahi. Digambarkan sebagai sosok protagonis yang haus akan darah. Meski sebenarnya mereka sendiri pun belum pernah bertemu langsung dengan Lausala.

Sementara ditilik dari sejarah terbentuknya suku ini, semua berawal dari zaman penjajahan Belanda. Ada gerakan sparatis dari beberapa orang yang pengen merdeka

Sejarah mencatat, keberadaan Suku Polahi berawal dari kemauan mereka untuk meninggalkan belenggu penjajah dari tanah Gorontalo, lebih tepatnya Desa Bina. Mereka melarikan diri karena nggak mau berada dalam jajahan Belanda yang memaksa mereka untuk kerja paksa dan memberi upeti. Pada masa perjuangan itulah, beberapa dari masyarakat mengasingkan diri, hingga beberapa lama dan terbentuk sebuah suku baru yang nggak kenal pakaian sebagai penutup badan. Hingga beberapa budaya yang mereka ciptakan sendiri.

Budaya yang mereka ciptakan sendiri itu sebenarnya nggak berterima dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Hubungan sedarah!

Budaya ini tercipta karena dampak dari isolasi masyarakat yang tanpa sadar mereka buat sendiri. Sebab mereka pada akhirnya menutup akses ke manapun, jauh dari jangkauan masyarakat luar. Jauh dari dunia pendidikan hingga agama. Meski mereka memiliki kepercayaan pada tiga Tuhan. Selain itu, mereka juga memiliki budaya kawin dengan keluarga sendiri alias hubungan sedarah (incest) untuk mendapatkan keturunan.

Anehnya, nggak ada keturunan dari mereka yang mengalami kecacatan karena incest. Tapi jangan jadikan ini sebagai contoh, ya!

Hal yang membuat masyarakat resah akan budaya kawin sedarah dari Suku Polahi ini ternyata nggak menghasilkan keturunan catat fisik seperti yang medis ungkap. Mayoritas keturunan mereka tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya. Padahal, hubungan sedarah ini jelas memiliki risiko bahaya yang tinggi dalam kesehatan. Bukannya memberi contoh buat kalian untuk melakukannya. Ini hanya informasi saja bahwa ada beberapa hal unik yang dimiliki oleh suku ini. Salah satunya ya itu, perkawinan sedarah.

Beruntungnya, saat ini masyarakat Suku Polahi sudah nggak semuanya menjalani kehidupan seperti dulu, mengasingkan diri dan mengisolasikan diri mereka dari peradaban. Mereka kini sudah mau berbaur dengan masyarakat desa sekitar. Pun sebaliknya, masyarakat sekitar sudah nggak menghindari keberadaan Suku Polahi yang memiliki kisah dan cerita mistis yang beredar di masyarakat. Orang-orang suku yang berbahasa daerah Gorontalo ini pun sudah mulai mengenakan pakaian, belajar baca tulis, dan bekerja sebagai kuli angkut di pasar sekitar.

Yups, itulah sedikit ulasan mengenai Suku Polahi asal pedalaman Gorontalo yang masih menyimpan misteri atas budaya pernikahan sedarahnya yang nggak menghasilkan keturunan cacat. Pada dasarnya, pernikahan sedarah memang nggak dianjurkan dalam payung apapun, seperti agama, kesehatan, hingga sosial. Dan, sebagai cowok, kita nggak perlu mengikuti adat budaya suku ini. Toh, masih banyak cewek di luar sana yang bisa menjadi partner kita dalam program keturunan, bukan? Cukup ceritakan pengetahuanmu tentang budaya yang ada di Indonesia ini pada para cewek. Biar mereka makin tertarik akan wawasanmu yang luas!

Sumber; http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/berkenalan-dengan-suku-polahi-suku-di-pedalaman-gorontalo-yang-punya-budaya-meniikah-sedarah/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment