Kisah Sedih Orang Albino di Afrika, Diburu dan Dibunuh Karena Keunikannya. Ini 8 Faktanya

shares |


Di Afrika, khususnya Malawi, orang dengan albino menghadapi ancaman yang luar biasa. Dilansir dari Aljazeera, dalam dua tahun terakhir ada 115 kasus penyerangan terhadap orang albino. 20 di antaranya berakibat fatal. Tahun 2016, seorang remaja albino bernama David ditemukan tewas dengan tubuh dimutilasi puluhan kilo dari rumahnya. Remaja albino lainnya bernama Alfred, diserang di rumahnya sendiri tahun 2015 lalu. Dia selamat, tapi ada bekas luka yang abadi di hatinya sama seperti luka di jiwanya yang trauma.

Seorang dengan albino memang memiliki penampilan yang berbeda. Bukan hanya di Malawi atau negara Afrika lainnya, bahkan di negara maju sekalipun orang dengan kondisi albino seringkali mendapat tatapan atau perlakuan berbeda, dan bahkan tak jarang mereka di-bully. Dan yang paling mengerikan, sampai diburu dan dibunuh seperti di Malawi karena banyak mitos yang berkembang soal orang dengan albino. Mulai dari kutukan, jimat, sampai penularannya. Tapi sebenarnya albino itu apa sih? Dan kenapa di Afrika orang-orang ini justru diburu dan dibunuh dengan kejam? Yuk, simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

1. Absennya melanin yang buat kulit dan rambut berwarna, membuat orang albino pucat dari ujung kaki hingga kepala

Albinism adalah kondisi absennya melanin dalam tubuh. Padahal melanin merupakan pigmen kulit yang bisa memberi warna pada rambut, kulit, dan mata. Biasanya albinism terjadi karena kelainan bawaan. yaitu saat kedua orang tua memiliki gen albino. Artinya bila kedua orang tuamu bukan albino, tapi membawa gen albino, kamu atau salah satu saudaramu bisa saja mengalami albinism.

Tipe albino juga macam-macam. Ada yang berdampak pada rambut, mata, dan kulit. Ada juga yang hanya berdampak pada mata, sementara kulit dan rambut hanya terlihat sedikit pucat. Nah, soal rambut ini banyak yang mengira bahwa orang albino selalu berambut putih. Banyak kok orang albino yang kulit dan rambutnya berwarna oranye dan cokelat muda.

2. Tak hanya dialami manusia saja, albino bisa terjadi pada semua makhluk hidup

Siapa saja sih yang bisa kena albino? Sebenarnya, albinism bisa terjadi pada semua orang, tak peduli kamu orang Asia, Amerika, Eropa, ataupun Afrika. Namun risikonya jauh lebih besar kepada orang Asia dan Afrika, yang memiliki kulit lebih gelap ketimbang orang Eropa. Seperti yang diulas oleh Aljazeera, di Amerika 1 dari 20.000 orang bisa menjadi albino. Sementara di Afrika 1 dari 5000 orang berkemungkinan menjadi albino. Selain pada manusia, albinism juga terjadi pada makhluk hidup lainnya kok. Kamu sering juga ‘kan menemui katak atau harimau albino?

3. Kebanyakan orang albino mengalami gangguan pada mata. Tapi ancaman terbesarnya adalah kanker kulit

Albino bukan hanya soal warna kulit yang berbeda. Tapi ada banyak risiko kesehatan yang rentan dihadapi oleh orang albino. Orang albino biasanya mengalami masalah penglihatan yang nggak ada hubungannya dengan plus, minus, ataupun silinder. Absennya melanin juga mengakibatkan pembentukan retina tak sempurna, yang berakibat gangguan koordinasi antara mata dengan otak. Mereka sensitif terhadap sinar ultraviolet yang bisa fatal dan mengakibatkan kebutaan.

Tapi risiko terbesar orang albino adalah kanker kulit. Sebuah penelitian di tahun 2014, di Tanzania orang dengan albino 1000 kali lebih berisiko terkenal kanker kulit dibanding yang lainnya. Karena itulah orang albino disarankan terus memakai sunblock, baju tertutup, dan pelindung kulit dari sinar matahari lainnya.

4. Meskipun begitu, orang albino memiliki warna mata yang unik. Ada yang pink dan ada yang merah

Untuk orang Asia, warna mata yang umum adalah cokelat dan hitam. Meski Harry Potter memiliki warna mata hijau yang legendaris, untuk orang kaukasian warna mata biru lebih familiar. Nah, kebanyakan orang albino memiliki warna mata yang unik. Mulai dari biru atau cokelat pucat, pink, hingga kemerah-merahan. Dua warna yang terakhir itu sebenarnya bukan warna mata yang sebenarnya. Karena iris mata orang albino tidak berwarna, pembuluh darah retina bisa terlihat lebih jelas sehingga kadang memantulkan warna pink ataupun kemerahan saat terkena cahaya.

5. Keunikan penampilannya, membuat banyak mitos berkembang soal albino. Salah satunya penularan melalui sentuhan

Karena keunikan fisiknya, banyak mitos yang berkembang mengenai albino. Bahkan ada juga yang menganggap hal itu sebagai kutukan kulit putih. Beberapa yang lain menganggap albino bisa menular melalui sentuhan. Padahal seperti yang sudah dibahas tadi, albino tidak sama dengan virus flu yang bisa menjangkiti kita kalau daya tahan tubuh sedang lemah. Albino terjadi karena kelainan bawaan. Gen harus dibawa oleh dua orang tua sekaligus. Satu orang tua pembawa saja tidak akan membuatmu menjadi albino.

6. Banyak yang menganggap orang albino punya IQ rendah. Padahal gangguan pada mata dan tekanan sosial yang membuat pendidikan terasa kurang nyaman

Mitos lainnya soal orang dengan albino adalah kecerdasan yang kurang. Padahal albinism adalah kelainan yang terjadi pada kulit, dan tidak berefek pada otak. Hanya saja, gangguan penglihatan yang sering diidap oleh orang dengan albino membuat proses belajar menjadi lebih sulit untuk mereka. Belum lagi, soal tekanan sosial. Penampilan mereka yang unik tak selalu bisa diterima dengan mudah dalam masyarakat. Seperti yang terjadi di Afrika, orang dengan albino seringkali dikucilkan.

7. Kepercayaan bahwa menjadikan bagian tubuh orang albino sebagai jimat membuat pembunuhan kepada mereka masih marak

Dari tahun 2000 – 2013, WHO mencatat ada 200 laporan mengenai pembunuhan orang dengan albino di 15 negara. Masih banyak yang mempercayai bahwa melakukan hubungan seksual dengan orang albino bisa menyembuhkan HIV. Di Afrika, hal ini membuat banyak kasus pemerkosaan terhadap orang albino. Selain itu, ada juga kepercayaan bahwa menyimpan bagian tubuh orang albino sebagai jimat bisa membuat hidup sejahtera. Inilah yang terjadi di Malawi, pembunuhan sekaligus mutilasi terhadap orang dengan albino masih marak sekali.

8. Albino bukan halangan untuk berkarnya. Menderita kelainan, tapi banyak yang sukses juga di dunia hiburan

Ada yang bilang orang dengan albino tidak bisa keluar rumah di siang hari seperti vampir. Ini jelas mitos. Orang dengan albino bisa keluar rumah kapan saja, tapi butuh perlindungan ekstra dari sinar matahari. Albinism juga bukan halangan untuk hidup normal dan berkarya kok. Buktinya banyak selebritis dunia yang albino. Misalnya model pria Amal Sofi dan Stephen Thompson. Lalu dari Rusia, ada Nastya Kumarova yang sempat di-bully karena penampilannya, tapi bisa memukau seluruh dunia dengan kecantikannya.

Orang dengan albinism memang berpenampilan berbeda. Tapi mereka tetap saja manusia dan layak untuk hidup sama seperti kita semua. Kelainan yang mereka bawa sejak lahir tidak selalu harus menghalangi langkah mereka. Semoga orang-orang dengan albino di Afrika bisa segera hidup dengan tenang tanpa dihinggapi kecemasan akan diburu dan dibunuh dengan kejam.

Sumber; http://www.hipwee.com/feature/di-afrika-mereka-dibunuh-tanpa-salah-apa-apa-inilah-8-fakta-tentang-orang-albino/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment