Ibu Hamil Perlu Waspada. Kenali Depresi Pasca Melahirkan, Salah Penanganan Bayimu Bisa Jadi Korban!

shares |


Melahirkan dan punya anak lazimnya membuat perasaan menjadi bahagia, hidup jadi makin lengkap dan cinta dengan pasangan semakin membuncah. Tapi nyatanya, ada beberapa ibu yang mengalami perasaan untuk membenci bayinya dan menjadi depresi setelah melahirkan. Masa sih? Iya, beneran! Kasus seperti ini dinamakan Postpartum Depression atau depresi pasca melahirkan

Postpartum Depression merupakan gangguan yang terjadi secara emosional pada ibu yang baru saja melahirkan ditandai dengan beberapa masalah seperti membenci bayinya, marah, mudah lelah, cemas, terjadi gangguan makan, sering menangis sendiri tanpa sebab, sedih, putus asa, merasa tidak berarti hingga hilangnya libido.

Umumnya postpartum depression dialami 10 hari pertama pasca melahirkan, tapi nggak jarang bisa sampai 1 tahun lamanya jika depresi yang dialami sangat akut. Ngeri juga ya membayangkan depresi selama 1 tahun sementara ada bayi yang juga mesti diurus.

Postpartum Depression ada tingkatannya. Dari yang ringan sampai yang paling parah

Pertama yaitu postpartum blues atau yang lebih terkenal dengan baby blues syndrome. Terjadi pada minggu pertama kelahiran, umumnya hanya terjadi selama 1 sampai 3 hari saja. Biasanya gejala baby blues akan hilang dengan sendirinya dengan menerapkan cukup istirahat di malam hari dan sudah beradaptasi terhadap munculnya anggota baru, yaitu si bayi yang baru saja dilahirkan.
Bentuk selanjutnya dari postpartum depression adalah chronic depressive syndrome. Kondisi ini lebih kronis dari sekedar baby blues syndrome. Adapun gejala ditandai dengan menangis, merasakan kekurangan kepercayaan diri, cemas, mudah merasa marah dan juga lelah.
Ketiga adalah gejala postpartum psychosis atau puerperal psychosis yang lebih dikenal dengan depresi kronis pasca persalinan. Pada kasus ini penderita seakan mengalami halusinasi terhadap pandangan dan pendengarannya. Bahkan tingkah lakunya menjadi irasional, sehingga membutuhkan penanganan medis.

Meski kedengarannya cukup janggal karena rasanya aneh kok ada Ibu yang benci sama anaknya, tapi nyatanya memang demikian. Ini dia contohnya;

Amelia Virginia dalam laman kamantara.id menceritakan kisahnya mengalami postpantrum depression psychosis bahkan hingga keinginannya untuk mengakhiri hidupnya barang sebentar karena ia merasa ingin skip sejenak untuk menjalani perannya sebagai ibu. Ada juga momen di mana dia nggak mau menyusui anaknya sama sekali. Dia merasa waktunya habis hanya untuk mengurus bayinya. Rasanya ingin menyerah saja.

Sebenarnya, apa sih penyebab postpartum depression?

Kenalan Sama Prosesi Bridal Shower Yuk, Pesta Istimewa Bersama Sahabatmu Si Calon Pengantin
Semua wanita yang melahirkan punya resiko yang sama untuk mengalami postpartum depression. Beberapa hal di bawah ini menjadi pemicu makin kuatnya depresi pasca persalinan untuk muncul:

Memiliki depresi atau postpartum depression sebelumnya
Tidak mendapat dukungan dari pasangan, teman, atau keluarga
Mendapati bayi yang sakit atau kolik (menangis terus-terusan)
Stres di kehidupan perkawinan atau hubungan dengan suami
Memiliki Severe Premenstrual Syndrom (PMS)
Kejadian-kejadian penuh stres selama mengandung atau setelah melahirkan bayi

Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Hal-hal di bawah ini bisa membuatmu terhindar dari postpartum depression

Meski banyak yang mengatakan bahwa perubahan hormon pasca melahirkan merupakan pemicu depresi, ada banyak hal yang juga bisa dilakukan agar terhindar dari masalah serius ini:

Bicarakan pada suami tentang sindrom ini dan katakan padanya untuk meminta support baik selama kehamilan maupun pasca persalinan
Keluarga atau kerabat terdekat juga menjadi faktor penting. Dukungan mereka sangatlah dibutuhkan dalam segala bentuk bantuan yang diberikan
Cari tahu tentang gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada ibu hamil maupun ibu yang baru saja melahirkan
Mempersiapkan diri secara mental terutama untuk kehamilan pertama
Jika dibutuhkan, persiapkan orang sebagai pembantu rumah tangga agar meringankan pekerjaan rumah jika bayi sudah lahir
Jika berisiko tinggi mengalami gangguan psikologis, jalani pengobatan profilaksis dan terapi psikologis selama kehamilan untuk mencegah atau menghilangkan depresi

Pada intinya, pencegahan postpartum depression adalah istri yang bahagia. Para suami wajib tahu tentang hal ini

Suami adalah support system nomor satu baik dalam proses kehamilan maupun pasca melahirkan. Percayalah, mengurus bayi itu bukan perkara mudah. Menjadi ibu baru juga merupakan tantangan yang luar biasa. Kerjasama yang baik tentunya akan membuat semuanya berjalan baik juga, karena pada dasarnya inti dari pencegahan postpartum depression adalah istri yang bahagia.

Baik yang akan jadi ibu nantinya atau yang sudah menjalani peran menjadi ibu, ilmu baru tentang depresi pasca melahirkan ini bisa menjadikanmu pelajaran bahwa memiliki bayi bukanlah perkara yang sulit jika dukungan keluarga didapatkan dengan baik, selalu hidup dengan penuh rasa syukur dan menjadi pribadi yang bahagia. Semoga bermanfaat ya!

Sumber; http://www.hipwee.com/wedding/ibu-hamil-perlu-waspada-kenali-depresi-pasca-melahirkan-salah-penanganan-bayimu-bisa-jadi-korban/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment