Daripada Kalang Kabut, Kamu Mending Bohong Aja Saat Sedang Menghadapi 5 Situasi Ini. Demi Kebaikan!

shares |


Pernah nggak sih kamu berpikir kalau lebih baik kamu bohong aja saat ditanya sebuah pertanyaan? Mungkin waktu itu kamu sedang berada dalam situasi yang tidak mengenakkan, jadi kepikiran buat bohong aja saat menjawab pertanyaannya. “Biar cepat atau biar aman” gitu maksudnya. Namun saat akan berbohong, serasa ada beban moral yang membuatmu ragu untuk bohong.

Padahal kalau mau jujur-jujuran, sebenarnya prinsip bohong biar aman itu bisa loh diterapkan. Nggak dalam setiap persoalan tentunya. Namun jika kamu dihadapkan dalam pertanyaan-pertanyaan dan di situasi ini, bohong dikit sebenarnya nggak papa kok ~

1. “Sayang, kamu suka aku karena apa?” bisa jadi pertanyaan jebakan. Jawabannya bisa menentukan masa depan hubungan !

Banyak cewek yang mencoba ngetes dan menjebak cowoknya dengan pertanyaan ini. Sebenarnya ini sebuah pertanyaan sederhana, namun jawabannya bisa menentukan masa depan hubungan kalian. Karena itu mending jawabannya kamu pikir aja dulu matang-matang. Atau bahkan lebih baik lagi kalau sudah kamu persiapkan sedari sekarang. Nah biar lebih aman, jawaban bohong dengan bumbu kata-kata manis bisa kamu terapkan. Jawab gini, “aku suka kamu karena cinta”. 😀

2. Pertanyaan “kenapa tertarik kerja di sini” dari bos di tempat kerja barumu harus pinter jawabnya. Kalau perlu bohong sekalian

“Ji, kenapa kamu tertarik kerja di sini?”
“Hmm… Karena gajinya gede, bos”

Kan nggak mungkin juga ya kamu ngomong sejujur itu saat ditanya bosmu. Meski alasan utamamu adalah uang, namun bohong dikit juga perlu. Tapi ingat, bohongnya jangan keterlaluan. Dikira penjilat kamu nanti… :p

3. Kalau udah pengen pulang dan kelaperan, saat guru bilang “Ada pertanyaan?” di akhir kelas mending dijawab bohong aja

Momen pulang adalah momen yang sangat dinanti saat kamu masih jadi pelajar. Nah kalau pas mau pulang dosen atau gurumu tanya “Ada pertanyaan?”, kalau memang kamu punya pertanyaan sudah seharusnya kamu memendam pertanyaan tersebut dengan bilang ‘nggak ada’. Biar cepat pulang gitu. Nah kalau emang beneran ngebet pengen tanya, ya kamu tanya secara personal. Biar nggak mengganggu temen-temenmu lainnya yang sudah kelaperan dan pengen pulang.

4. Pertanyaan “kapan-kapan ketemuan lagi, yuk?” yang keluar dari mulut teman yang ngeselin cukup dijawab bohong aja…

Sebenarnya kalau pertanyaan itu keluar dari mulut teman-teman baikmu, pertanyaan ini akan kamu sambut dengan antusias. Tapi kalau pertanyaan ini muncul dari mulut orang yang kamu anggap ngeselin (banyak omong, suka basa-basi atau attitude-nya nggak asik), kamu wajib jawab dengan bohong. Jawaban “liat ntar, ya” bisa jadi alternatif biar kamu bisa ngeles dan nggak ketemu lagi, tapi tetap menjaga perasaannya.

5. Daripada ribet ngejelasin ke gebetan kenapa kamu telat dateng ke acara, mending bohong dan jawab “kejebak macet” aja

“Sayang kamu dari mana aja sih kok lama banget?”
“Hmm… Nganu, kena macet di jalanan depan sana, nih”
“Oh, ya sudah. Kirain kamu habis main PS di tempat temenmu itu”
“Ya nggak dong. Demi kamu aku sudah nggak PS-an lagi”

Nah ini contoh bohong yang paling ampuh. Daripada kamu kena marah gebetanmu gara-gara telat datang pas ketemuan, mending bohong aja dengan alasan kena macet. Sudah, aman.
Bukan berarti ngajarin bohong loh ya. Pertanyaan di atas punya konteks kebapa kok lebih baik bohong. Jadi jangan samakan dengan kebohongan lainnya, ya… :p

Sumber; http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/daripada-kalang-kabut-kamu-mending-bohong-aja-saat-sedang-menghadapi-5-situasi-ini-demi-kebaikan/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment