Cinta yang Realistis Itu Ditandai dengan 7 Hal Ini. Sudah Waktunya Stop Buat Sekadar Janji Manis

shares |


Butuh proses yang cukup panjang untuk memulai segala hal yang dilandasi dengan realistis. Kamu akan menjalankan hal tersebut berdasarkan realita. Pun dengan hubungan yang saat ini sedang kamu jalani bersama dia. Kamu dan dia sadar, bahwa hubungan yang sedang kalian jalani ini tidak selalu benar-benar berakhir dengan happy ending. Karena tempat kalian hidup saat ini bukanlah di negeri dongeng.

Ya, lebih singkatnya kalian sedang serius menjalani hubungan yang dewasa. Cukup jauh dengan hal-hal childish yang selalu dipenuhi dengan janji manis semata. Jika hubungan yang sedang kalian jalani adalah sebuah cinta yang realistis, tanda-tanda di bawah ini pasti akan, sedang, atau sudah pernah kamu lalui. Semoga cinta yang dewasa dan realistis ini bisa membuat kalian makin erat satu sama lain sampai rambut memutih nanti! 🙂

1. Daripada sibuk bertanya “Sudah makan atau belum?” setiap jam, mengingatkan untuk tidak lupa beristirahat akan lebih dalam maknanya

Menunjukkan perhatian itu penting adanya dalam sebuah hubungan. Tujuannya adalah nggak lain membuat hubunganmu dan dia semakin erat. Tapi, hubungan yang realistis itu cukup berbeda dalam penyampaian perhatiannya. Jika dulu bertanya sudah makan atau belum saja sudah cukup, tapi sekarang beda. Mengingatkan agar nggak lupa buat istirahat akan lebih terasa dalam makna dan perhatiannya. Karena untuk makan saja, setiap orang nggak akan lupa walau sedang nggak punya pasangan. Hehehehe.

2. Janji manis untuk menyeriusi akan kalah dengan dia yang bernyali bertatap muka langsung dengan keluarga besarmu di rumah

Bedanya yang cuma bisa memberikan janji manis dan berani menyeriusi tanpa banyak babibu:

Yang cuma janji manis:

“Aku serius banget menjalani hubungan ini sama kamu. Siapa sih yang nggak mau happy ending? Tapi, aku masih belum siap buat ketemu orangtua kamu. Apakah kamu mau bersabar sebentar lagi, Sayang? Kamu bisa pegang janjiku ini.”

Yang realistis:

“Selamat siang Om dan Tante. Saya datang ke sini bersama keluarga saya punya niat yang baik, yaitu melanjutkan hubungan bersama putri bapak ke jenjang yang lebih serius, yaitu meminta restu untuk menikah.”

Kamu bakalan luluh sama yang mana?

3. Jika dia masih merengek minta dibelikan tas baru melulu, dia masih belum paham bahwa mencicil KPR itu lebih berharga bahkan sebelum hidup bersama

“Sayang, tas itu bagus ya. Pingin deh kamu beliin kapan-kapan. Hehehehe.”

Kedewasaan pasangan itu cukup mudah untuk ditebak. Se-simple dilihat dari hal apa yang menurutnya penting dan dijadikannya prioritas. Jika prioritasnya masih nggak jauh-jauh dari tas mahal yang dipakai saja jarang, mungkin dia masih belum cukup dewasa dan realistis. Padahal untuk saat ini, mencicil KPR akan lebih punya value di masa depan daripada cuma sebuah tas.

4. Saat pasangan lain sibuk memamerkan kemesraan di tiap fotonya, kamu dan dia tidak meributkan hal sepele itu. Percaya saling sayang itu hanya kalian yang tahu

Salah satu cara yang menunjukkan sepasang kekasih saling menyayangi satu sama lain adalah lewat posting di media sosial. Coba lihat saja foto yang diunggah oleh pasangan muda sekarang, mesra dan dilengkapi oleh caption yang romantis.

Berbeda dengan kalian, yang mau mengunggah foto mesra saja sangat jarang. Atau bahkan, bisa dibilang nggak pernah. Tapi, definisi sayang itu hanya kamu dan dia yang tahu. Memamerkan kepada dunia soal kemesraan mungkin cukup jauh dengan yang “kalian banget”.

5. Meributkan tentang mantan kekasih hati dulu cuma buang waktu. Kalian yakin dan percaya bahwa masa lalu nggak perlu digubris terlalu serius

Jika membahas soal mantan, tidak bisa dipungkiri akan terjadi sebuah pertengkaran untuk kamu dan dia. Bagaimana tidak, tanpa ada angin atau hujan, orang yang pernah mendapat tempat spesial di hatimu atau pasanganmu, tiba-tiba muncul di permukaan lagi. Ah, tapi itu sudah jadi hal yang nggak terlalu digubris oleh kalian. Mantan boleh saja menghubungi, tapi masa lalu bukan untuk digubris terus-terusan. Karena hal yang paling realistis, kamu dan dia yang sekaranglah yang harus diperjuangkan! 🙂

6. Lupa tanggal penting itu manusiawi. Yang perlu kamu tahu, hari-hari yang kalian jalani bersama selama ini selalu punya makna yang sangat berarti

“Sayang, kamu nggak lupa ‘kan sekarang hari apa?”

“Rabu. Kenapa memangnya?”

“Oh, jadi kamu lupa kalo sekarang ini hari ke-100 kita jadian?”

*ngambek* *block semua media sosial pacar*

Bandingkan dengan hubungan dewasa yang nggak lagi mempermasalahkan lupa hari dan tanggal penting. Karena setiap hari adalah hari spesial yang layak dimaknai sebagai hari spesial! Cekcok dan ngambek perkara hal yang cukup sepele ini nggak lagi jadi masalah buat dibesar-besarkan sampai nge-block semua media sosial pacar.

7. Sesibuk-sibuknya pekerjaan, dia nggak pernah melewatkan untuk membuat kamu nyaman. Punya waktu berkualitas adalah hal yang harus tetap diusahakan

Kalian yang realistis, pasti sudah merancang matang-matang tentang langkah apa saja yang perlu disiapkan untuk saling menghalalkan. Kalian sudah paham bahwa biaya untuk menggelar pernikahan membutuhkan modal yang cukup besar. Nggak heran jika kalian seringkali dibuat sibuk dan sulit mendapatkan waktu berkualitas untuk bersua sebentaran.

Dibuat sibuk untuk kejar setoran sedang menyibukkan hari-hari kalian. Tapi, tak ada salahnya untuk tetap mengusahakan waktu untuk jumpa dan menambah intensitas demi waktu berkualitas kalian berdua. Sesederhana menjemput dan pulang bersama setelah bekerja dan makan malam bersama, sudah bisa bikin hati hangat dan nyaman buat satu sama lain.

Karena membuatnya nyaman itu se-simple nggak membiarkannya kepanasan karena terik matahari, dibuat dingin oleh terpaan angin malam, dan kuyub karena hujan deras yang bikin becek jalanan dengan Toyota New Agya yang bisa diandalkan kemana-mana. Tak hanya tangguh dipakai bepergian, cuaca yang nggak menentu datangnya pun siap dilewati. Kamu akan dibuat betah berlama-lama menghabiskan waktu berdua yang berharga dengannya di dalam mobil saja. Karena tak hanya nyaman, desain interiornya yang classy dari New Agya ini membuatmu makin tak sabar untuk memulai hidup berdua bersamanya kelak.

Sambil membayangkan keluarga kecil kalian yang semakin riuh dan ramai dengan anak-anak kalian yang aktif, pergi bertamasya bersama, ah betapa menyenangkannya hubungan yang sedang kalian jalani ini. Karena yang serius dan realistis saja akan kalah dengan dia yang sudah dibekali dengan banyak persiapan matang untuk masa depan! 🙂

Akan ada beberapa perubahan yang membuatmu bisa membedakan mana hubungan yang cuma dihiasi dengan janji manis atau benar-benar dewasa dan realistis. Semoga kamu dan dia termasuk dalam golongan yang sedang berjuang dalam cinta realistis ini, ya. 🙂

Sumber; http://www.hipwee.com/hubungan/cinta-yang-realistis-itu-ditandai-dengan-7-hal-ini-sudah-waktunya-stop-buat-sekadar-janji-manis/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment