Biar Calon Mertua Langsung Beri Restu, 7 Panduan Beli Rumah dengan KPR Ini Layak Kamu Jajal Dulu

shares |


Punya rumah adalah impian setiap orang yang sudah matang perencanaannya akan masa depan. Nggak hanya dibutuhkan pasangan suami istri muda saja, rumah juga bisa diupayakan olehmu yang sedang mengejar titel ‘mapan’. Terlebih buatmu yang sedang mengumpulkan bekal untuk meminang calon pasangan idaman alias meyakinkan calon mertua bahwa kamu layak dijadikan menantu.

Harga rumah yang semakin tinggi menjadi salah satu kendala tersendiri. Jika kamu ingin punya rumah tapi nggak sanggup bayar kontan atau nggak punya tanah untuk membangun rumah sendiri, maka pilihan yang tepat adalah dengan cara kredit KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) melalui bank. Dengan KPR, kamu hanya perlu mengangsur rumah idamanmu tiap bulannya. Lalu, gimana caranya untuk bisa membeli rumah secara kredit dengan KPR ini? Berikut Hipwee Tips berikan ulasannya.

1. Pertama, cari dulu rumah yang akan dibeli dengan KPR. Asalkan cocok dan sesuai dengan bujet, bungkus!

Untuk bisa menemukan calon rumah ini, kamu bisa lakukan dua hal. Pertama, dengan mendatangi bank dan minta informasi lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR. Kedua, dengan mencari sendiri rumah atau perumahan KPR melalui koran, internet, survei langsung ke beberapa lokasi atau info dari iklan tentang rumah KPR. Biar lebih efektif, ada baiknya kamu mencari beberapa alternatif rumah yang akan dibeli untuk nantinya kamu bandingkan dari sisi harga, kemudahan proses kredit KPR rumah, dan lain-lain.

2. Tanyakan segala sesuatu terkait rumah tersebut sedetail mungkin, nggak mau ‘kan kamu tertipu karena kurang info?

Setelah rumah target KPR sudah dipilih, tahap selanjutnya kamu harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut. Hal-hal yang perlu ditanyakan antara lain seperti harga, uang muka, cicilan, serta biaya tanda jadinya. Hal lain yang juga harus ditanyakan misalnya; apakah rumah itu sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah bayar uang muka.

Lihat gambar denah dan desain dari rumah tersebut dengan cermat, pastikan lokasinya dengan benar. Jangan lupa juga untuk melakukan cek fasilitas rumah atau perumahan tersebut. Jika rumah KPR ini baru akan dibangun, maka kamu harus bisa memastikan berapa lama rumah ini hingga selesai dibangun. Tanyakan juga bagaimana proses kredit KPR rumah nantinya.

3. Ketika semua informasi tentang rumah sudah kamu dapatkan secara jelas dan gamblang, maka saatnya membayar tanda jadi

Tanda jadi sama halnya dengan tanda booking yang merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling supaya rumah yang kamu inginkan nggak dibeli orang lain. Selain itu, biar harganya nggak naik jika nggak segera dibayar. Umumnya setiap developer punya aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi ini. Ada beberapa developer yang membebaskan tanpa batas waktu, ada juga yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, namun ada pula developer yang hangus bila nggak jadi.

4. Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya dari prosedur pembelian rumah secara kredit ini adalah membayar uang muka KPR

Beberapa developer ada yang mengatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Nah, jika aturannya begitu, maka kamu hanya perlu membayar sisanya saja. Uang muka yang telah kamu bayarkan ini akan dikembalikan jika pengajuan KPR rumahmu ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

5. Setelah uang muka dilunasi, maka kamu harus mengajukan kredit KPR ke bank yang sesuai dengan pilihanmu

Pada proses ini, umumnya developer akan membantumu untuk mengurus pengajuan KPR ke bank yang sudah menjadi partnernya. Tapi, jika kamu memilih bank yang bukan partner developer, kamu akan diminta untuk memproses pengajuan kredit KPR rumah ini sendiri.

Beberapa persyaratan KPR yang harus kamu lengkapi untuk pengajuan ini antara lain; fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, menjadi pegawai tetap minimal 2 tahun, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan lain-lain tergantung masing-masing bank. Sedangkan waktu dalam pengajuan KPR rumah ini sendiri umumnya akan memakan waktu yang cukup lama yakni 1 bulan.

6. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan ini adalah kemampuan finansialmu di mata bank

Dalam waktu satu bulan pengajuan, pihak bank biasanya akan melakukan proses survei. Survei ini akan meliputi pantauan ke tempat kamu bekerja, pengecekan ke BI (Bank Indonesia) untuk memastikan kamu dan istrimu (jika sudah berkeluarga) nggak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya, serta melakukan proses wawancara terkait kondisi keuanganmu.

Umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal sebesar 30 persen gaji, ada juga yang membolehkan 40 persen gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilanmu dengan istri, ada juga yang hanya mensyaratkan gaji suami saja. Dengan segala persyaratan yang agak ribet ini menuntutmu untuk sangat teliti dalam mengikuti serangkaian proses tersebut.

7. Beberapa faktor mengharuskanmu berpikir lebih untuk menentukan pembelian rumah dengan kredit KPR

Harga rumah, uang muka, besar cicilan, lama angsuran dan besaran gaji memang akan saling memengaruhi satu dengan lainnya dalam proses pengajuan KPR ini. Maka, jika salah satu komponen tadi ada yang dikurangi maka yang lainnya harus lebih tinggi. Seperti misalnya jika cicilan kredit KPR per bulan ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah, atau jika nggak, lama cicilan akan diperpanjang. Oleh karenanya, kamu harus pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk membeli rumah dengan kredit KPR, ya!

Berikut informasi mengenai langkah-langkah pembelian rumah melalui KPR, semoga kamu bisa memanfaatkan fasilitas KPR ini agar bisa segera punya rumah impian dan jadi mapan, ya!

Sumber; http://www.hipwee.com/tips/biar-calon-mertua-langsung-beri-restu-7-panduan-beli-rumah-dengan-kpr-ini-layak-kamu-jajal-dulu/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment