Berkaca dari Mahalnya Internet, Gimana Ya Kalau Kaum LDR-an Berjuang Tanpa Internet & Sosmed?

shares |


Hubungan jarak jauh memang banyak tantangannya. Satu di antara tantangan tersebut adalah jarak yang memisahkan kalian berdua. Makanya untuk kalian yang tengah menjalani hubungan jarak jauh saat ini, bersyukur dengan adanya perkembangan teknologi seperti internet. Dengan internet, kalian berdua bisa memangkas jarak dan waktu. Pertemuan dengannya pun bisa diusahakan, ya walaupun hanya lewat layar kaca.

Berkaca dari tarif internet yang semakin mahal akhir-akhir ini, pernahkah kamu berpikir gimana ya kalau kaum LDR berjuang tanpa internet? Terlebih lagi dengan internet dan sosial media yang ada sekarang, sangat mendukung hubungan kalian.

1. Tanpa internet dan sosmed, pasangan LDR akan dihadapkan dengan situasi yang lebih menantang

Line, Whatsapp, Instagram, Skype, Facetime dan sederet sosial media lainnya yang didukung dengan adanya internet ini secara nggak langsung turut melanggengkan hubunganmu. Coba bayangkan kalau semua fasilitas dunia maya ini nggak ada? Kamu nggak bisa sewaktu-waktu menghubungi dia kalau rindu. Pun juga kalian nggak bisa bertemu lewat layar kaca.

Kalau udah seperti ini, situasi hubungan kalian bakalan lebih menatang. Yang biasanya bisa mengobrol setiap saat, kini obrolan hanya bisa kalian tuangkan lewat media lain yang kecepatannya sedikit lebih lambat. Seperti telepon rumah atau bahkan surat.

2. Tagihan telepon pun dijamin akan membengkak karena perbedaan zona yang ada. Apalagi kalau LDR-nya beda benua, wah bisa mati gaya dengan tarif internasionalnya

Kalau nggak ada internet, opsi pertama untuk menjalin hubungan dengannya ya melalui telepon. Baik telepon pulsa maupun telepon kabel. Mungkin kalau ini benar-benar terjadi, warung telepon yang kini udah punah, menjadi tempat nongkrongmu yang baru.

Kalau pacarmu ada di satu negara, pacaran via telepon rasanya masih nggak masalah. Namun, beda cerita apabila pacarmu tengah merantau ke luar negara atau bahkan ke beda benua? Sesekali mengobrol via telepon sih ngga apa-apa. Namun jangan kaget dengan tarif telepon internasionalnya ya? Asal nggak sering-sering aja kamu neleponnya.

3. Saling bertukar kabar lewat surat pun menjadi pilihan selanjutnya. Tapi mohon bersabar ya, karena kamu harus menunggu kabarnya dalam hitungan hari atau bahkan bulan, bukan lagi hitungan detik

Selain telepon, pilihan selanjutnya pasti jatuh pada media surat menyurat. Kamu pun jadi rajin menulis surat dan memperbaiki tulisan tangan agar dia nyaman saat membacanya di sana. Kalau masih ada internet, aktivitas ini jarang banget ‘kan kalian berdua lakukan? Selain itu, hubungan jadi terasa lebih mengasyikkan dan romantis. Karena kalian jadi punya arsip obrolan yang bisa kalian simpan dan lihat suatu hari nanti.

Pacaran via surat menyurat seakan membawamu ke zaman dulu. Di mana belum ada tekonologi seperti sekarang ini. Namun, kamu harus banyak-banyak bersabar ya! Karena kamu harus menunggu kabarnya tidak lagi dalam hitungan menit atau detik, melainkan dalam hitungan hari bahkan bulan.

4. Kemampuanmu dalam mengatur rindu juga diuji pada saat itu. Kamu harus pintar-pintar menata rindu kalau dia belum juga menelepon atau membalas suratmu

Pejuang LDR pasti sudah akrab dengan yang namanya rindu. Rasanya harus ada satuan waktu khusus untuk kalian berdua. Karena saat bertemu waktu terasa singkat, namun saat terpisah jarak waktu berjalan begitu lambat. Kalau kalian berjuang tanpa internet dan sosmed, mungkin rindunya akan dua kali lebih besar. Mengingat kalian berdua nggak bisa sewaktu-waktu bisa mengobrol atau menanyakan kabar. Makanya, kalau hal ini benar-benar terjadi, kamu harus pintar-pintar menata rindu. Apalagi kalau dia tak kunjung menelepon atau membalas suratmu.

5. Kalau memang benar-benar tanpa internet, modal pasangan LDR memang hanya rasa cinta dan saling percaya. Bedanya, kadarnya harus lebih kuat daripada sebelumnya

Nggak bisa kirim voice note, kirim chat, apalagi video call-an. Rasanya pasti berat ya kalau menjalani hubungan jarak jauh tanpa internet. Kalau mau tahu kabar masing-masing, perjuangannya lebih besar lagi. Harus boros-borosan dengan telepon biasa atau harus menunggu lama dengan media surat. Karenanya, pondasi para pejuang LDR tanpa intenet ini cukup sederhana. Hanya rasa cinta dan saling percaya. Namun, kadarnya tentu saja bisa jadi dua kali lipat besarnya.

6. Tapi tenang, masih ada sisi positifnya. Kamu jadi bisa fokus untuk mengembangkan diri tanpa terus curiga pada pasanganmu. Kalau masih pakai internet ‘kan kamu dikit-dikit ngecek sosmednya?

Dari semua tantangan hubungan yang ada, hubungan jarak jauh tanpa internet dan kuota masih ada sisi positifnya. Kalian jadi bisa fokus untuk mengembangkan diri dan menjalani kewajiban masing-masing. Rasa curiga dalam hubungan juga akan minim adanya. Kamu pun nggak perlu bolak-balik mengecek sosial medianya. Pokoknya kalian saling percaya aja bahwa jarak ini hanya sementara. Penantian ini akan terbayar dengan sebuah pertemuan nantinya.

Wah kalau memang sampai nggak ada internet, para pejuang LDR bisa kena dampaknya juga ya? Makanya nggak heran banyak orang mengeluh dengan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa menikmati akses internet. Nggak salah juga sih kalau sampai harganya mahal, mengingat fasilitas pendukungnya juga nggak main-main canggihnya. Kalau harga internet terus merangkak naik, mungkin kaum-kaum pejuang jarak ini yang paling dirugikan duluan.

Sumber; http://www.hipwee.com/hubungan/kalau-harga-internet-semakin-mahal-bagaimana-nasib-para-pejuang-jarak/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment