Begini Kisah Korban Pelecehan di Bus dan KRL. Pelaku Menggesek-gesek Kemaluannya ke Tubuh Mereka!

shares |


Transportasi publik di Indonesia memang belum bisa dikatakan aman dan nyaman. Bus kota masih suka ngetem, armadanya tua, hingga copetnya yang berkeliaran di dalamnya. Angkot apalagi, belum lupa ingatan kita semua kisah penjahat yang menyandera penumpang di dalam angkot. Kereta jarak jauh memang lebih baik, namun kalau KRL? Wah jangan ditanya. Meskipun perlahan membaik namun kisah pelecehan seksual di sana bagai fenomena gunung es. Sebuah masalah besar yang hanya sedikit muncul ke permukaan.

Suara-suara perempuan korban pelecehan mulai lantang digelorakan di media sosial. Adalah situs jakarta.ihollaback.org yang mewadahi keluh kesah para perempuan korban pelecehan di KRL, busway, ojek online atau transportasi umum lainnya. Situs ini memberikan kesempatan kepada setiap korban pelecehan seksual di ruang publik untuk menceritakan kisah mereka dengan terbuka. Ada beberapa yang sudah sharing cerita mereka di situs ini, kami akan bagikan beberapa di antaranya.

Kisah pertama, pelecehan di KRL ini disaksikan langsung oleh perempuan bernama Chrisna. Ia melihat pelaku pelecehan seksual yang selalu beraksi di kereta tersebut, dan dia yang kemudian jadi targetnya!

Chrisna menuliskan cerita yang cukup panjang di Ihollaback. Dia menyaksikan sendiri seorang pria yang mendekati wanita di gerbong campuran dan mulai melakukan aksi tidak senonohnya. Chrisna yang kebetulan sedang duduk melihat kejadian tersebut dan kemudian menuliskannya.

“Saya mulai melihat perilaku dia yang membuat saya kaget, saya melihat dia mulai mendekati wanita dan maaf (mulai menggesekan penisnya ke arah tersebut) sontak saya kaget. Korban hanya diam dan hanya bisa mengganti posisi (dan saya tahu perasaan dia pasti takut dan gelisah) akhirnya korban pertama pun turun…” tulis Chrisna.

Dalam satu kesempatan saja, dia bisa melakukan 2 kali pelecehan kepada penumpang KRL. Chrisna pun berhasil merekam video aksi si pelaku. Karena merasa diamati, si pelaku kemudian meneror Chrisna dengan tatapan kebencian. Ia menjadi target selanjutnya si pelaku pelecehan tersebut.

“Pas saya ingin turun di Stasiun Citayam saya melihat dia menatap mata saya penuh dendam, dan ikut turun di Stasiun Citayam juga. Saya teramat takut dan dari jendela kereta, saya melihat dia memperhatikan letak saya di mana. Saya lari pergi ke gerbong saya jongkok dan nangis, dan di situ saya diberikan duduk. Mereka menatap saya nangis, tanpa berani bertanya,” lanjut Chrisna.

Kisah ini ternyata menguak siapa si pelaku ini. Berdasarkan respon netizen, ternyata banyak sekali yang pernah melihat orang ini di KRL, dengan modus yang sama. Meskipun belum diketahui identitasnya, setidaknya orang akan lebih berhati-hati bila naik KRL.

Kisah kedua di Hollaback, perempuan ini mengalami pelecehan seksual di Bus Kota. Ketika ia tertidur, ada seseorang menggesek-gesek kemaluannya pada lengannya. Serem abis!

Masih dari Ihollaback, ada satu perempuan yang mengisahkan kejadian menjijikkan yang pernah ia alami sekitar 2 tahun lalu. Saat itu ia sedang pergi bersama ibunya naik bus tujuan Kampung Melayu-Tanah Abang. Di dalam bus, ia melihat ada seorang lelaki berpenampilan kantoran dan bersih. Jauh dari kesan orang jahat. Ia berdiri di sampingnya. Perempuan bernama samaran A Lady on Blue kemudian tertidur.

Ketika terbangun, dia terkejut dengan kejadian yang menimpanya…

“Saya terbangun karena ada perasaan aneh di lengan saya. Saat saya tersadar (tapi tetap merem), perasaan aneh itu ternyata si bapak sengaja menempelkan kemaluannya di lengan saya! Tapi dia tidak mengeluarkannya alias ‘cuma’ nempelin & nggesek-nggesekin. Sangat jelas terasa kemaluannya makin lama makin ngembang. Saya terjepit, nggak tahu harus gimana. Ibu saya juga tidur,” ungkapnya di Ihollaback.

Semakin lama orang ini makin nekad. Gadis ini makin takut dan nggak tahu harus melakukan apa. Untungnya tak berapa lama si bapak turun. Perasaannya campur aduk dan hampir nangis rasanya.

Kereta sudah, bis sudah, bagaimana dengan transportasi online? Driver ojek online ini melakukan teror kepada ‘mantan’ penumpangnya. Serem nggak kalau begini…

Awalnya, Githa Lucentia tak pernah membayangkan bahwa driver ojek online yang pernah mengantarnya beberapa waktu silam akan melakukan teror semacam ini. Setelah 2 minggu, tiba-tiba ia mengirim pesan seperti ini pada Githa.

Si cantik sekarang jarang keliatan,” bunyi pesan dari driver ojek online itu.

Pada awalnya dia tidak sadar kalau orang itu adalah driver ojek online yang dulu pernah mengantarnya. Dia (driver) menanyakan apakah melihat kondom di jok motornya. Ketika dijawab tidak, si driver menganggap Githa berpura-pura. Dia juga bilang kalau suka melihat body perempuan ini. Gimana nggak serem?

“Selama ini saya belum pernah merasa setakut ini, yang membuat saya sangat khawatir adalah kata kata ‘jarang kelihatan’ dan dia menjelaskan lagi ‘di rumah.’ Hal itu berarti selama ini dia sering melihat saya di rumah. Ibu saya bilang bahwa memang sering ada orang yang duduk dekat rumah dan melihat ke arah rumah,” jelas Githa di Hollaback.

Bagaimana perasaanmu ketika tahu ada yang mengawasimu setiap hari selama 2 minggu di depan rumah? Ngeri ‘kan? Yuk makanya solidaritas kepada sesama perempuan yang pernah mendapatkan pelecehan seksual harus disuarakan. Entah sekedar catcalling, ‘Cantik’, ‘Hey Cewek’ atau yang berkedok agamis sekalipun dengan ‘Assalammualaikum Cantik!’ Sampai dengan perilaku vulgar di ruang publik semacam kata-kata godaan, meraba, hingga menyentuh area vital tubuh perempuan.

Percayalah, ini mengerikan!

Sumber; http://www.hipwee.com/travel/kisah-pelecehan-yang-terjadi-di-bus-dan-krl-pelaku-menggesek-gesek-kemaluan-dan-meneror-perempuan/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment