#BaikItuNyata Belajar Jadi Pemimpi Hebat dari Irfan Ramdhani. Karena Keterbatasan Bukanlah Halangan!

shares |


Ketika sedang dibuat benar-benar sibuk dengan hingar-bingar di sekitaran, atau deadline yang sepertinya nggak ada habisnya, rasanya kamu ingin menjauh saja. Ya, jauh-jauh dari keramaian dan menemukan kedamaian dengan bereuni kembali bersama alam. Kembali bersua dengan udara dingin pegunungan bersama kawan yang sama-sama suka dengan menyerap energi positif dari alam membuat Irfan Ramdhani kembali bersemangat untuk tetap menjalani hidup.

Hidupnya berbalik, berubah, dan buatnya benar-benar putus asa dahulu. Yang awalnya bisa berlari bebas tanpa ragu, sekarang harus berteman baik dengan sepasang tongkat untuk menyeimbangkan dirinya untuk berjalan. Di sini, Irfan, sapaan akrabnya, akan membuatmu tersadar bahwa menjadi lumpuh bukanlah akhir dari segalanya. Dia punya banyak hal-hal baik yang bisa memberimu inspirasi untuk jadi lebih baik.

Alam membuat Irfan Ramdhani jatuh cinta yang sedalam-dalamnya sekaligus jadi pematah semangat hidupnya mendekati titik nadir

Mengarungi setiap gunung untuk sampai di puncaknya, menyusuri goa mulai dari mulut hingga ujungnya yang buntu lalu kembali lagi, membiarkan kulit lecet saat arung jeram adalah wujud kecintaannya dengan kegiatan alam yang sudah diikutinya sejak lama. Memang benar ya, jika sudah dibuat jatuh cinta yang sedalam-dalamnya dengan alam, siapa pun nggak akan akan keberatan kulitnya dibuat gelap karena paparan sinar matahari tiap harinya. Itu pun yang dirasakan Irfan saat itu. Masih banyak lagi hal-hal berbau alam lainnya yang dia lakukan di waktu luangnya.

Tapi, akan tiba masanya kamu dibuat jatuh ke lubang paling dasar karena hal yang kamu cintai. Irfan dibuat cinta dan patah hati oleh alam. Ketika susur goa dengan single rope technique dan dewi fortuna yang saat itu sedang nggak berpihak padanya, membuatnya terjatuh dari ketinggian 10 meter. Kejadian itu membuatnya berteman baik dengan sepasang tongkat yang menemaninya berjalan hingga saat ini.

Kaki kanannya yang tak bisa bergerak dan kekasih hati yang memilih pergi saat itu, dia sempat berpikir tidak bisa melewati tembok besar ini

Karena kejadian yang terjadi pada tahun 2010 itu, membuat kaki kirinya lemas dan tidak bisa bergerak sebebas dulu. Untuk berjalan dengan menumpu keseimbangan sudah membuatnya kewalahan, apalagi untuk berlari seperti yang dilakukan saat dia kembali reuni dengan sahabat alamnya, alam? Tak ada kata lain selain sabar dan tabah.

Ketabahannya diuji lagi saat kekasih hatinya saat itu yang memilih untuk pergi. Bukanlah sebuah hal yang mudah, memang, tapi Irfan mencoba menerima dan terus menerus melapangkan hati. Sempat terpikirkan olehnya jika dia tak mampu melewati tembok besar cobaan ini.

Ya, itu adalah harapan dari pria muda yang lahir 26 April 1990 silam ini.

Irfan ada di titik nadir terendah dalam hidupnya. Tapi, saat terbayang senyum lebar dan bahagia Ibunya, dukanya sirna sudah

Bisa dibenarkan jika saat itu dia sedang berada di titik nadir dan yang paling terendah di hidupnya. Keinginannya untuk mengakhiri hidup sirna ketika ia membayangkan senyum lebar dan bahagia Ibunya yang nggak pernah kendor memberikan sokongan semangat untuknya. Belum lagi saudara-saudaranya yang terlahir dari rahim Ibu yang berbeda, sahabat-sahabatnya dari pecinta alam yang nggak pernah kenal kata stop untuk tetap mengajaknya untuk tabah dan semangat sampai akhir. Untukmu yang sering melihat acara inspiratif yang di-host oleh Andi Nova dan Dedy Corbuzer, kamu akan familiar dengan wajah Irfan Ramdhani, guys.

Tak hanya cinta yang butuh pelarian, semangat hidupnya pun semakin membara saat berguru menulis kepada Pidi Baiq. Karyanya akan menjadi 3 buku sekarang!

Ketabahannya yang terus ada sampai akhir membuatnya menemukan pelarian dan semangat baru untuk tetap melanjutkan hidup dan kecintaannya kepada alam. Mencoba-coba untuk menulis buku dan berguru kepada Pidi Baiq. Ya, untuk kamu yang dibuat tergila-gila dengan serial Milea dan Dilan, sudah nggak diragukan nama Pidi Baiq punya andil yang sangat besar di dalamnya. Karena tidak hanya cinta saja yang butuh pelarian. Dengan kekuatan tabah dan kemauan besarnya untuk tetap bergerak ke depan di dunia tulis menulis, akhirnya karyanya yang ketiga akan terlahir. Di buku Tabah Sampai Akhir dan Second Chance-nya, bersiaplah dibuat terinspirasi, ya!

Irfan mengajak kamu untuk tidak pernah berhenti menjadi seorang pemimpi yang hebat. Dia berbagi resep bagaimana wishlist-nya terwujud satu persatu

Menjadi sebuah hal yang sulit dibayangkan untuk Irfan yang kini mengandalkan dirinya dengan tongkat untuk leluasa berenang dan diving. Tapi, itulah keajaiban yang terjadi. Menapaki puncak gunung Rinjani yang membuat orang berjalan biasa terengah-engah nafasnya, ditunaikan dengan apripurna oleh Irfan. Ya, wishlist sederhana inilah yang bisa dia wujudkan satu persatu. Irfan membagikan resepnya untukmu:

Jadilah pemimpi yang handal, dari mimpi itu kamu bisa benar-benar bangun dan punya semangat untuk mewujudkannya. Luangkan waktu lima menit sebelum tidur. Berdoalah sembari membayangkan kemauan yang benar-benar ingin kita harap. Sebutkan semua hal yang kamu masukkan ke dalam wishlist. Akan ada jalan yang diberikan semesta untuk mewujudkannya.

Walau kaki kanannya belum bisa sepenuhnya leluasa untuk bergerak, keinginannya untuk tetap mendaki dan menalkukkan alam, tetap ia nomorsatukan. Kamu yang kemana-mana bisa dengan mudahnya, masih suka mengeluh dan mencari-cari alasan buat menunda kegiatan dalam mewujudkan mimpi, mau tetap bersantai-santai?

#BaikItuNyata dari Irfan, sesederhana mengajak dia yang butuh puk-puk dan motivasi untuk bertahan dan merealisasikan mimpi-mimpi yang sempat tertunda walau raga dalam keterbatasan

Irfan Ramdhani mengajak kamu dan orang-orang lainnya yang membutuhkan semangat untuk kekeuh meraih mimpi walau dalam keterbatasan fisik, jadi sebuah bukti yang konkret bahwa #BaikItuNyata. Inspirasi nggak akan ada habisnya untuk membanjiri kamu nantinya. Karena yang benar-benar baik adalah dia yang senantiasa mengajak orang lain untuk nggak mengubur mimpi dan memberi inspirasi sebanyak-banyaknya. Dan semua itu ada di Irfan Ramdhani dan di buku-bukunya.

Untuk kamu yang mau mengajak orang-orang untuk melakukan hal baik melalui hal paling sederhana, yuk kita sebarkan kebaikan itu bersama #BaikItuNyata-nya Minute Maid. Minute Maid akan menunggu gerakan baik dan siap menyebarluaskannya untuk dilakukan terus-menerus dengan orang banyak.

Karena keterbatasan itu bukan untuk dituruti, tapi untuk dibuktikkan dengan meyakini kalau kamu mampu melewati itu semua. Semangat dan jangan menyerah ya! Terima kasih untuk Irfan Ramdhani dengan kebaikannya yang inspiratif! 🙂

Sumber; http://www.hipwee.com/motivasi/baikitunyata-irfan-ramdhani-tongkat-dan-keterbatasan-buat-menaklukkan-gunung-tanpa-menyerah/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment