Asal-usul Umpatan ‘F*ck You’ dan Hubungannya Dengan Mengacungkan Jari Tengah. Ini Soal Sejarah Bos!

shares |


Kalau kamu hobi nonton film-film Holywood kamu pasti nggak asing dengan bagaimana orang barat mengacungkan jari tengah sebagai tanda kemarahan atau ejekannya terhadap orang lain. Di stasiun televisi Eropa dan America, mengacungkan jari tengah dianggap sangat kasar sehingga tidak boleh ditampilkan alias kena sensor. Public figure disana yang kedapatan mengacungkan jari tengah ketika tampil di stasiun televisi pasti dianggap sangat tidak sopan.

Di Indonesia, sebenarnya mengacungkan jari tengah ini bukanlah sebuah gestur atau komunikasi non verbal yang berarti kasar. Namun akulturasi dengan budaya barat dan sering-seringnya kita mendapat hiburan dari Eropa dan Amerika, membuat kita juga terkonstruksi bahwa mengacungkan jari tengah itu kasar. Anehnya, karena di Indonesia tidak semuanya memahami betul apa arti sebenarnya dari mengacungkan jari tengah, banyak banget anak-anak yang suka berpose dengan mengacungkan jari tengah ketika difoto. Biar nggak salah kaprah lagi, disimak dong uraian dari Hipwee Boys berikut.

Ternyata mengacungkan jari tengah menunjukan ‘phallus’, alias penis yang sedang ereksi

Jari tengah yang diacungkan diartikan sebagai penis yang ereksi atau phallus, sedangkan kedua jari yang tidak mengacung yaitu telunjuk dan jari manis merepresentasikan buah zakar. Sehingga mengacungkan jari tengah dengan menunjukkan punggung tangan juga dianggap menyodorkan phallus atau penis yang sedang ereksi. Pantes aja kan kalau melakukan hal ini dianggap kasar banget.

Alih-alih pengen kelihatan keren waktu difoto (daripada pose jari peace mulu kali ya), kalau kamu pose dengan mengacungkan jari tengah justru kamu sedang memamerkan ‘barang’ kamu yang sedang ereksi. Nggak cool banget kan jadinya. Selain itu, bukannya tambah kelihatan keren, pose jari tengah bikin kamu jadi kelihatan lagi mengumpat ke semua orang yang melihat fotomu. Padahal ekspresimu pas difoto sambil senyum manis, wah nggak sinkron dong boys.

Selain phallus, mengacungkan jari tengah juga berarti ‘flicking off’ atau membuat perempuan masturbasi dengan jari

Mengacungkan jari tengah kadang disamakan dengan ‘flicking off’ atau membuat perempuan masturbasi dengan jari. Flicking off ini biasanya dilakukan dengan menggosokkan jari tengah pada klitoris perempuan. Dalam konotasinya, mengacungkan jari tengah kepada perempuan juga dianggap sebagai gestur yang melecehkan perempuan.

Mau kamu mengacungkan jari tengah ke sesama laki-laki atau kepada perempuan, semuanya nggak ada yang bagus sih kalau kita paham betul filosofinya. Karena dua-duanya berarti ungkapan yang sangat kasar dan melecehkan. Hayo siapa yang sering begitu? 😀

Gestur jari tengah ini dianggap serius banget di Amerika

Di Amerika, mengacungkan jari tengah ini juga disebut flipping bird, dimana burung juga diasosiasikan sebagai alat kelamin laki-laki. Masyarakat menganggapnya offensive atau kalau dalam istilah kita, nggak sopan banget. Sehingga hal ini membuat stasiun televisi di Amerika tidak menayangkan adanya flipping bird dan mensensornya. Hampir sama seperti televisi kita yang mensensor ‘belahan dada’, kalau ada yang mengacungkan jari tengah di tayangan televisi Amerika, jarinya bakalan di samarkan.

Padahal, televisi Amerika nggak pernah melakukan sensor adegan pembunuhan dan berdarah-darah seperti televisi kita, lho. Tapi untuk jari tengah aja sampai kena sensor. Berarti mengacungkan jari tengah disana nggak bisa dianggap main-main. Beberapa public figure seperti Britney Spears dan M.I.A pernah kedapatan mengacungkan jari tengah dan menyinggung banyak pihak. Akibatnya, mereka harus menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Jangan sampai kamu mau sok cool mengacungkan jari tengah waktu lagi ketemu bule ya boys. Bisa babak belur beneran tuh!

Ini lho asal-usulnya jari tengah jadi sebuah gestur non verbal

Kalau bicara asal-usul, sebenernya gestur mengacungkan jari tengah yang dianggap kasar ini berasal dari peradaban Yunani dan Latin. Pada zaman Yunani mengacungkan jari tengah juga dianggap phallus tetapi dalam prakteknya, mengacungkan jari tengah ditujukan untuk hubungan seksual. Bahkan mengacungkan jari tengah dari laki-laki kepada laki-laki lain dianggap sebagai ajakan melakukan seks anal.

Alasan mengapa Amerika jadi ‘ketularan’ memakai gestur ini diduga karena beberapa penduduk Latin yang saat itu bermigrasi ke Amerika menularkan kebiasaan ini. Seorang Antropolog Desmond Morris menduga gestur ini populer setelah menemukan dokumentasi Old Houss Radbound, seorang pemain baseball sedang berpose mengacungkan jari tengahnya pada tim rival.

Apa hubungannya mengacungkan jari tengah dengan istilah f*ck you?

Berbeda dengan subtitle di film-film Holywood yang mengartikan f*ck you sebagai ‘sial’ atau ungkapan umpatan lainnya, arti kata ‘f*ck‘ sebenarnya mengarah pada sebuah kata kerja yang berarti bersetubuh. Kalau nggak percaya coba deh buka kamus boys. Nah hubungan dari istilah ‘f*ck you’ dengan mengacungkan jari tengah ini karena keduanya sama-sama sebuah ungkapan umpatan yang sama dan banyak digunakan untuk mengungkapkan kemarahan.

Berdasarkan definisi mengacungkan jari tengah yang diartikan sebagai phallus atay flicking off, maka istilah ‘f*ck you’ juga artinya nggak jauh-jauh dari itu. Sering-seringnya orang di Eropa dan Amerika mengacungkan jari tengah mereka sambil berkata “f*ck you” bikin kedua hal tersebut jadi identik.

Sekarang kalau sudah tau apa makna mengacungkan jari tengah sebenarnya, jangan lagi-lagi deh foto sambil pose begitu. Pose jari lophe-lophe ala korea aja deh boys, lebih imut kok. 😀

Sumber; http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/asal-usul-umpatan-fck-you-dan-hubungannya-dengan-mengacungkan-jari-tengah-ini-soal-sejarah-bos/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment