7 Tanda Kalau Kamu Nggak Lagi Rewel Ditinggal Kerja. Dan Siap Membangun Rumah Tangga

shares |


Menjalani hubungan saat kalian sama-sama meniti karir memang penuh tantangan. Ada aja yang bisa membuat berakhirnya hubungan karena mengatasnamakan kesibukan masing-masing. Mempunyai pasangan yang mengerti dan mendukung karir secara sepenuhnya mungkin sebuah impian bagi setiap orang. Begitu pula dengan dia yang juga sedang meniti karirnya.

Tapi tenang, kalau kamu udah melakukan beberapa hal ini ke pasanganmu yang giat-giatnya dalam meniti karir, berarti kamu sudah siap untuk membangun keluarga bersamanya. Karena nggak hanya cinta yang kamu punya tapi juga pengertian serta dukungan sepenuhnya.

1. Komunikasi adalah kunci dalam hubungan. Makanya kamu sesekali menanyakan “Gimana kerjaan?” dalam obrolan

Menjalin hubungan dengan pasangan yang pekerjaannya lumayan sibuk, menjadikan intensitas untuk bertemu menjadi kurang. Namun pada saat bertemu, kalian menjadikan momen itu untuk saling berbagi. Kamu pun nggak lupa untuk menanyakan tentang bagaimana pekerjaan yang selama ini dia lakukan. Pertanyaan sederhana itu membuatnya jadi sadar bahwa kamu nggak hanya perhatian pada dirinya tapi juga kerjaannya.

2. Setiap pencapaian karirnya, kamu nggak pelit kasih pujian. Dari sana diam-diam kamu memupuk motivasi dia untuk jadi lebih baik lagi

Dia: Aku kemarin dapet award dari kantor dong, Yang. Gara-gara bisa dua kali mencapai target dalam satu bulan!

Kamu: Duh, pacarku emang hebat. Udah ganteng, baik, kerjanya rajin lagi

Memberikan pujian atas pencapaian yang dia terima bukan berarti membuatnya besar kepala. Kamu justru ingin memupuk motivasinya agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, secara nggak langsung kamu juga turut meningkatkan kepercayaan dirinya melalui pujian tersebut.

3. Begitu pula saat dia mengalami masalah dalam pekerjaan. Kamu selalu menyediakan bahu untuk dia bersandar

Seseorang yang benar-benar cinta, nggak akan pernah meninggalkan saat pasangan mendapat masalah. Begitu juga dengan kamu. Saat dia lagi kena masalah dalam kerjaannya, seperti salah dalam perhitungan atau idenya ditiru perusahaan kompetitor, kamu akan selalu berada di sisinya. Kamu akan dengan senang hati menyediakan bahu untuk dia bersandar. Kamu juga akan mendengarkan curhatannya tentang masalah itu. Walaupun sederhana, tapi dengan hal tersebut sedikit banyak mampu mengurangi beban masalah yang tengah dia hadapi.

Dia: Aku nggak tahu kenapa bisa salah hitung, Yang. Selisihnya gede banget! Bisa dipecat aku kalau gini

Kamu: Tenang dulu, Yang. Sini sini cerita sama aku biar agak tenangan

4. Kamu nggak banyak menuntut banyak hal dari dia saat bekerja. Yang penting kalian selalu menyiapkan waktu untuk bersama

Waktu merupakan hal yang berharga bagi kamu dan dia. Rasanya lebih baik mempunyai sedikit waktu tapi berkualitas daripada banyak waktu tapi hanya main gadget melulu. Kamu pun nggak banyak menuntut karena kesibukannya dalam bekerja. Menurutmu yang penting dia selalu menyiapkan waktu agar kalian bisa bertemu dan melepas rindu. Toh dia bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk kalian di masa depan.

5. Saat dia tengah di antara dua persimpangan jalan, kamu nggak ragu untuk turut berpendapat

Dia: Di terima nggak ya tawaran dari kantor sebelah? Gajinya lebih gede, ada bonusnya tiap bulan. Tapi aku sayang juga ngelepas jabatan yang sekarang.

Kamu: Coba dipikir dulu. Kalau menurutku sih gaji gede pasti kerjaannya juga makin banyak. Tanggung jawabnya juga makin gede.

Saat dia tengah berada di persimpangan jalan dan butuh pendapat, kamu sebagai pacar nggak ragu untuk ikut memberikan komentar. Memang sih keputusan sepenuhnya ada di tangan dia, tapi dengan pendapatmu itu, kamu bisa membuatnya lebih yakin dalam mengambil keputusan di antara pilihan yang ada.

6. Menyiapkan bekal makan siang untuknya juga sesekali kamu lakukan. Dari sana kamu bisa turut menjaga asupan makanannya

Kalau kerjaan banyak, seringkali dia nggak menjaga makanannya. Sebagai pacar, kamu pun berinisiatif untuk turut menjaga asupan makanannya. Dan sesekali menyiapkan bekal makan siang untuknya kamu jadikan pilihan. Bukannya kamu melarang dia untuk jajan, tapi bukankah masakan rumahan kebersihannya lebih terjamin?

Di samping itu semua, kamu hanya ingin yang terbaik untuk dia. Kesehatannya juga menjadi perhatianmu, mengingat masih banyak hal-hal lain yang harus dikerjakan.

7. Ketika karirnya tengah berkibar, kamu juga nggak ragu untuk mengingatkannya agar tetap rendah hati. Karena di atas langit masih ada langit lagi

Ketika karir tengah di atas, sering kali orang lupa dan menjadi tinggi hati. Nah, kamu nggak ingin hal tersebut terjadi sama dia. Makanya ketika ia lagi senang-senangnya karena karirnya yang tengah berkibar, kamu nggak ragu untuk tetap mengingatkan untuk tetap rendah hati. Karena kamu sadar bahwa karir bukan segalanya dan sebaiknya memang tidak untuk disombongkan.

Kalau kamu sudah punya 7 tanda di atas, fixed kamu adalah cewek selow yang bisa mendukung karir pasangan sepenuhnya. Nggak akan rewel atau merengek manja kalau pacar memang lagi sibuk bekerja. Dia sih bakal berpikir kalau kamu nggak cuma cocok dijadikan pacar, tapi juga istri.

Sumber; http://www.hipwee.com/hubungan/tanda-cewek-yang-nggak-lagi-rewel-ditinggal-sibuk-kerja/http://www.hipwee.com/hubungan/tanda-cewek-yang-nggak-lagi-rewel-ditinggal-sibuk-kerja/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment