6 Kata di Email yang Bikin Kamu Terlihat Sebagai Karyawan Nggak Pedean. Jangan Gunakan Lagi Ya

shares |


Ketika sudah mulai terjun ke dunia kerja, kamu harus pandai memilah mana kebiasaan yang kamu pertahankan dan mana yang bukan. Hal ini karena dunia kerja harus dilakukan secara profesional dan kurang ramah terhadap kebiasaan buruk. Misalnya kamu yang kurang percaya diri (PD) bisa membuat keberadaanmu sebagai pekerja bisa nggak disegani.

Mengatasi diri yang nggak PD memang tidak mudah. Walau kamu sudah sering melatih diri, kenyataannya hal itu masih sulit dihilangkan. Salah satunya melalui email yang kamu tulis kepada atasan maupun rekan karja. Ya, sebuah tulisan yang terdiri dari kata-kata ini mampu menujukkan kalau kamu itu orang yang nggak PD. Supaya kamu bisa menghindari, cek 6 kata berikut ini yang sering bikin kamu dianggap nggak PD.

1. Kata ‘hanya, cuma, dan sekadar’ menunjukkan kalau kamu nggak begitu menganggap penting suatu hal. Kamu terdengar seperti meremehkan

Saat ingin menanyakan tentang suatu pekerjaan, maka kamu sering menggunakan kata ‘hanya, cuma, atau sekadar’ untuk mengutarakannya. Misalnya saja melalui kalimat ‘Saya hanya ingin mengecek dokumen yang saya berikan kemarin sudah ditandatangani atau belum oleh bos’. Penggunaan kata ‘hanya’ di sana menunjukkan kalau kamu menyepelekan, meremehkan, dan nggak menganggap penting hal itu. Karena kurang sopan, sebaiknya ganti dengan ‘Apakah dokumen yang saya berikan kemarin sudah ditandatangani? Soalnya mau segera dikirim ke klien’. Kalimat tanya tersebut dapat terasa lebih tegas dan hal itu dibutuhkan di dunia kerja.

2. Orang Indonesia terkenal dengan sikap ‘nggak enakan’. Nggak kalau kata ‘mungkin, sepertinya, kayaknya, bisa jadi, dan kelihatannya’ sering kamu gunakan

Sebutan sebagai orang yang ‘nggak enakan’ sering banget mampir padamu karena kamu orang Indonesia. Ya memang benar sih orang Indonesia itu identik nggak enak menolak permintaan atau perintah dari orang lain. Padahal, belum tentu juga sanggup mengerjakannya gara-gara sibuk atau memang bukan keahliannya. Meski kamu termasuk orang yang nggak enakan, tetap saja perlu menyembunyikan dengan memberikan alternatif jawaban sedikit tegas dan jelas.

“Saya tidak bisa menyelesaikanya sekarang juga karena ada deadline lain yang harus dikirim ke bos sore ini.”

3. Kurang percaya diri kamu tanpa disadari terungkap melalui kata ‘mencoba, berupaya, dan berusaha’ ketika mau dapat tugas, tapi masih belum tahu mengerjakannya bagaimana

Kadang, kamu suka mendapat tugas di luar kemampuanmu. Entah itu tugas yang sesuai dengan jobdesk atau tidak, yang jelas kamu masih belum ahli untuk mengerjakan. Tapi, karena tugas itu dipercayakan ke kamu, maka kamu mau tidak mau harus menyelesaikannya. Nah, ketika mengiyakan tugas kamu jangan bilang ‘Baik pak, saya akan coba’, tapi ganti dengan ‘Baik pak. Tapi, sepertinya saya membutuhkan diskusi dengan bapak sekitar 5-10 menit. Apakah bapak bersedia?’ Kalimat tersebut lebih enak didengar dibanding yang pertama.

4. Ada keraguan dalam diri kamu saat berbicara menggunakan kata ‘pikir’. Seperti tak ada semangat sama sekali

Berkarier itu membutuhkan semangat tinggi agar cita-cita yang kamu inginkan selama ini tercapai. Oleh karena itu, kamu perlu memperlihatkan pribadi tegas yang jauh dari keraguan dalam hal apapun. Misalnya kamu ingin mengutarakan ide kreatif baru, maka hindari ungkapan seperti ‘Saya pikir lebih baik buat terobosan baru yang lain dari biasanya, seperti tampilan website yang lebih elegan dan nggak banyak warna’. Hal ini karena kata ‘pikir’ memunculkan sisi ragu-ragu dan nggak PD kamu. Sebaliknya, gunakan susunan kata yang lebih tegas. Dengan begitu, orang yang menerima email akan jadi lebih bersemangat dari sebelumnya.

‘Yuk buat terobosan baru. Kita bisa mulai dari tampilan website yang lebih elegan dan nggak banyak warna.’

5. Mendengar pacar bilang ‘terserah’ saja kesalnya bukan main. Apalagi dalam dunia kerja?

Kamu tentu tahu seperti apa rasanya dapat jawaban ‘terserah’ dari pacar. Kata yang menyiratkan ketidakpedulian ini sebetulnya cukup kasar karena membuat orang yang bertanya jadi tersinggung. Jika kamu bingung harus melakukan apa, maka pilihlah jawaban lain yang menunjukkan dirimu sebagai pekerja profesional. Jika pacar kadang masih sulit memaklumi jawaban terserahmu, lain halnya dengan dunia kerja. Dalam dunia kerja kamu dituntut selalu menjunjung tinggi profesionalisme dan kata terserah tentu kurang pantas tertera dalam email kamu.

6. Mulailah memakai kata ‘maaf’ sesuai situasinya. Jika kamu salah silahkan ucapkan, tapi kalau tidak lebih baik jangan

Menjadi orang nggak enakan bikin kamu suka mengucapkan kata ‘maaf’. Hal ini sebenarnya nggak masalah jika situasinya memang sesuai, yakni saat itu kamu memang salah. Tapi, kalau kamu tak salah ya kamu nggak perlu mengucapkan. Dan biasakan untuk melatih diri tidak memakai kata ‘maaf’ diawal kalimat. Sebaiknya, berikan pernyataan dulu dan setelahnya baru munculkan kata maaf. Coba saja kamu bayangan seperti apa atasan atau rekan kerjamu membaca email yang diawali kata maaf?

Karena dunia kerja sarat akan nilai-nilai profesionalisme, kamu perlu menunjukkannya. Bukan cuma lewat tindakan, tapi juga melalui kata-kata pada tulisan email. Coba terapkan yuk mulai sekarang.

Sumber; http://www.hipwee.com/sukses/6-kata-di-email-yang-bikin-kamu-terlihat-sebagai-karyawan-nggak-pedean-jangann-gunakan-lagi-ya/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment