5 Tanaman Ajaib Hasil Rekayasa Genetik, Kira-kira Aman Nggak ya Buat Dimakan?!

shares |


Perkembangan teknologi itu nggak cuma terbatas inovasi gawai atau penemuan planet baru, tapi juga proses pembuatan makanan. Bukan cuma makanan yang diproses di pabrik, buah atau sayuran yang secara alami ditanam di tanah juga sekarang bisa direkayasa dengan teknologi. Lebih tepatnya, teknologi genetika. Yup, bukan cuma manusia saja yang punya gen, tumbuhan juga dilengkapi serangkaian gen. Buah atau sayur hasil modifikasi teknologi ini dilabeli GMO, Genetically Modified Organisms.

Seperti semua hal yang tidak alami dan dinilai melanggar kodrat, masih banyak perdebatan meliputi buah dan sayur GMO. Pionir GMO seperti Paul Berg yang mendapat penghargaan Nobel Kimia tahun 1972, memulai eksperimen ini untuk membuat varietas paling unggul. Tapi mereka yang kontra, mempertanyakan segala hal dari aman atau tidak untuk dimakan, sampai kekhawatiran akan masa depan organisme tanaman jika terus diotak-atik secara genetik.

Nah terlepas dari semua itu, kita sudah sampai pada zaman dimana manusia bisa merekayasa buah atau sayur sedemikian rupa hingga berubah warna atau berubah bentuk. Lihat sendiri deh hasil-hasil GMO yang telah Hipwee News & Feature kumpulkan ini, kamu pasti tercengang!

1. Di mana-mana yang namanya nanas itu ya buahnya berwarna kuning. Tapi sebuah perusahaan berhasil kembang nanas berdaging buah pink yang katanya lebih manis dan bergizi

Jika nanas kebanyakan warnanya kuning keemasan, nanas ini daging buahnya berwarna merah muda atau pink. Del Monte Fresh Produce sebuah perusahaan yang mengembangkan rekayasa genetika pada nanas ini mengatakan bahwa nanas merah muda itu aman dan bergizi untuk dikonsumsi, seperti dilansir dari Viva. Wah kalo beneran aman sih nggak apa-apa nih… warnanya cantik sih. Warna merah muda itu diambil dari rekayasa pigmen lycopene, pigmen yang juga memberi warna merah pada tomat dan semangka. Enzim yang menghasilkan pigmen kuning beta karoten ditekan, sehingga pigmen pink lycopene alami dalam nanas muncul.

2. Setelah dipotong, apel biasanya harus cepat-cepat dimakan sebelum berubah coklat. Tapi sekarang ada Apel Arctic yang tidak akan berubah warna meski dalam bentuk potongan

Rekayasa genetika pada apel ini melalui interferensi RNA. Sebenarnya yang membuat apel setelah diiris warnanya berubah coklat adalah proses oksidasi, yaitu oksigen yang masuk dalam jaringan tanaman lalu bereaksi dengan enzim yang terkandung di dalam buah apel itu. Nah enzim itulah yang direkayasa sampai apel tak lagi berubah warna meskipun terpapar oksigen. Sama seperti nanas pink di atas, apel Arctic juga sudah memperoleh izin badan pengawasan AS dan mulai dijual pada tahun 2017 ini.

3. Diklaim tidak mudah busuk, tomat direkayasa sedemikian rupa sampai berwarna ungu dan memiliki kandungan antioksidan tinggi

Warna ungu dari tomat GMO ini diperoleh dengan menambahkan gen yang menghasilkan pigmen anthocyanin, pigmen yang kaya antioksidan. Sebagaimana dilaporkan BBC, pigmen ini membuat warna ungu gelap pada bluberi yang juga terkenal sebagai buah yang kaya antioksidan. Disamping kaya antioksidan, tomat ungu ini juga diklaim tidak mudah busuk. Inovasi ini bisa membuat semua produk turunan tomat seperti saus tomat atau saus spageti lebih bergizi. Tapi bisa bayangin nggak sih kalau besok warna saus tomat itu ungu?!

4. Selain untuk penampilan dan tambahan gizi, tumbuhan GMO juga dikembangkan supaya tahan hama. Seperti Pepaya Rainbow ini, namanya doang yang rainbow tapi nggak warna warni kok

Kalian pasti bertanya-tanya deh kenapa ini pepaya pelangi kok nggak warna-warni kayak pelangi. Ya mungkin itu strategi untuk mengenalkan pepaya GMO ini saja sih. Terlepas dari penampilannya yang polos-polos saja, Pepaya Rainbow ini sebenarnya disebut-sebut sebagai karya pertama dari rekayasa genetika yang paling sukses.

Berangkat dari keresahan terhadap virus yang menyerang tanaman pepaya di Hawaii, pepaya yang kebal terhadap virus tersebut berhasil dikembangkan pada tahun 1998. Inilah pepaya yang disebut Pepaya Rainbow. Berkat inovasi ini, virus ringspot yang sebelumnya jadi momok mengerikan bagi perkebunan pepaya akhirnya tinggal sejarah saja.

5. Sama konsepnya dengan apel Arctic, kentang juga direkayasa genetik supaya tidak cepat berubah warna. Hasilnya adalah kentang Innate ini

Mungkin kalian nggak sadar ya, kentang setelah dikupas memang mudah warnanya menjadi coklat. Biasanya proses perubahan warna ini bisa diperlambat jika kentang direndam dalam larutan garam. Tapi perusahaan bernama J. R. Simplot Company mencoba mengembangkan solusi permanen untuk masalah ini. Dengan konsep yang mirip dengan apel Arctic di atas, kentang anti-coklat berhasil dikembangkan. Kentang ini juga sudah mengantongi perizinan badan pengawas makanan AS.

Rasa, ukuran, warna, sampai kandungan gizi buah dan sayuran yang dulu sulit diperkirakan, sekarang bisa dibuat sedemikian rupa di laboratorium. 5 daftar buah-buahan di atas cuma sebagian kecil dari banyaknya produk dengan pengembangan rekayasa genetik yang dinamakan GMO. Tumbuhan seperti kedelai bahkan sudah 80%-nya GMO. Ke depannya, inovasi GMO ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas suplai makanan manusia. Tapi tentu saja seperti semua hal yang bersifat futuristik dan eksperimental, kita belum familiar dengan efek samping dan risikonya. Yah diperhatikan sajalah perkembangan ‘genre’ makanan ini ke depannya…

Sumber; http://www.hipwee.com/feature/5-tanaman-ajaib-hasil-rekayasa-genetik-kira-kira-aman-nggak-ya-buat-dimakan/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment