Korea Selatan Siap Salip Jepang Soal Panjang-panjangan Usia. Baca Ini Kalau Mau Tahu Rahasianya

shares |

loading...
loading...

Sampai tahun 2015, angka harapan hidup secara global ada di angka 71,4 tahun. Berbeda dengan lama hidup maksimal, usia harapan hidup atau life expectancy adalah usia rata-rata orang diharapkan untuk bisa hidup. Masing-masing negara memiliki angka harapan hidup yang berbeda. Angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga layanan kesehatan.

Jepang menjadi negara yang rata-rata usia harapan hidupnya paling tinggi, yaitu 83,5 tahun. Pemerintah Jepang juga selalu memberikan sertifikat dan penghargaan kepada warganya yang hidup hingga 100 tahun. Tujuannya tentu untuk memotivasi supaya mereka terus menjaga kesehatan dan umurnya semakin panjang. Namun tahun 2017 ini sebuah penelitian tentang angka harapan hidup yang dirilis oleh The Lancet mengindikasikan sebuah perubahan yang signifikan. Seperti yang diberitakan oleh CNN, diperkirakan di tahun 2030 mendatang Jepang akan kalah oleh Korea Selatan.

Reputasi panjang umur Jepang akan segera tergeser. Tahun 2030 diprediksi Korea Selatan akan menjadi negara yang paling panjang usianya

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Prof. Majid Ezzati, di tahun 2030 orang akan bisa hidup melampaui usia 90 tahun. Korea Selatan menduduki posisi tertinggi, yaitu 90,8 tahun untuk perempuan dan 84 tahun untuk laki-laki. “Sejauh ini, mereka paling tangguh menghadapi hipertensi dan tingkat obesitasnya paling rendah di dunia,” ujar Ezzati. Di posisi kedua ada Perancis, yang rata-rata usia harapan hidup untuk perempuan ada di angka 88,6. Disusul oleh Swiss, di angka 84. Dibanding negara maju lainnya, Amerika Serikat ternyata memiliki angka harapan hidup terendah, yaitu 83,3 untuk perempuan dan 79,5 untuk pria.

Gaya hidup yang sehat juga menentukan. Selain makanan yang didominasi sayuran, orang Korea Selatan juga terbiasa berjalan kaki

Terutama untuk perempuan, Korea Selatan memegang rekor harapan hidup tertinggi. Sebabnya perempuan di Korea Selatan tersebut cenderung lebih sehat dari negara lainnya. Alasannya ada banyak. Pertama, di Korea Selatan fasilitas angkutan umum seperti subway dan bus berjalan dengan baik. Kecuali kamu sangat kaya atau sangat sibuk, kebanyakan orang Korea berjalan kaki untuk mencapai halte-halte subway ini. Kedua, makanan di Korea Selatan pun cenderung sehat. Lihat saja di reality show atau drama, menu Korea selalu penuh dengan sayur-sayuran.

Makanan Korea memang dikenal sehat, bahkan ada yang bilang kalau junkfood di Korea relatif lebih sehat daripada menu diet orang Amerika. Ketiga, meskipun bukan negara dengan dunia medis terbaik di dunia, layanan kesehatan di Korea bisa didapat dengan mudah dan biaya yang masuk akal. Tidak seperti di Indonesia yang saking timpangnya, hingga ada slogan “Orang miskin dilarang sakit”. Sedih ya?

Soal usia harapan hidup, pria dan wanita ternyata berbeda. Apa iya wanita cenderung lebih panjang umurnya?

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa angka harapan hidup perempuan dan laki-laki berbeda. Masa iya, umur saja ada gendernya? Ternyata memang iya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejauh ini, perempuan memang cenderung lebih panjang umur daripada pria. Secara umum, pria memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat dibanding perempuan. Merokok dan minum alkohol adalah dua kebiasaan pria yang digarisbawahi. Namun, belakangan perbedaan usia harapan hidup laki-kali dan perempuan semakin mendekat saja. Pasalnya, gaya hidup keduanya semakin mirip. Rokok dan alkohol tidak lagi hanya dikonsumsi lelaki, melainkan semua gender.

Per tahun 2015, usia harapan hidup orang Indonesia hanya 70,1 tahun saja. Kira-kira apa ya sebabnya?

Dalam penelitian tersebut, Indonesia tidak disebutkan. Karena memang obyek penelitiannya terbatas pada 35 negara maju dan berkembang. Tapi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), usia rata-rata orang Indonesia pada tahun 2015 adalah 70,1 tahun. Angka ini lumayan kecil dibanding negara maju, tapi lumayan tinggi dibanding negara Asia dan negara berkembang lainnya. Soal layanan kesehatan jelas Indonesia masih perlu banyak perbaikan. Mulai dari fasilitas yang belum mencapai daerah-daerah terpencil, hingga tenaga medis yang kurang mencukupi. Padahal gaya hidup kita semakin ke sini semakin asal-asalan saja. Sudah hobi nyemil gorengan pinggir jalan, makan pun suka-nya junkfood atau mie instan. Suram.

Tingginya usia harapan hidup ini bagai pedang bermata dua. Satu sisi, menunjukkan kemajuan teknologi yang pastinya berdampak bagi kesehatan dan kesejahteraan. Tapi di sisi lain, jumlah lansia akan semakin meningkat, sehingga pemerintah harus mencari solusi jitu untuk menjamin kesejahteraannya. Fasilitas kesehatan harus semakin ditingkatkan lagi dan lagi, dan pertumbuhan ekonomi untuk di usia produktif jelas harus benar-benar diperhatikan.

Sumber; http://www.hipwee.com/feature/korea-selatan-siap-salip-jepang-soal-panjang-panjangan-usia-baca-ini-kalau-mau-tahu-rahasianya/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment