Duh, Mimpi Basah Pas Lagi di Gunung Nih. Gimana Dong Cara Mandi Wajibnya?

shares |


Pendakian gunung di Indonesia memang masih terbilang ekstrem. Lha bagaimana tidak, tidak ada tempat istirahat di atas sana. Kamu harus bawa tenda yang cukup berat untuk beristirahat. Lagipula, di gunung tidak mudah mendapatkan air, terutama air bersih. Juga keselamatan adalah tanggung jawab masing-masing. Tidak ada sebuah regulasi yang melindungi pendaki. Untuk itu wajar banyak pendaki yang tersesat atau bahkan meninggal.

Memang, kadang si pendakinya yang kurang paham bagaimana menjaga keselamatannya sendiri. Mereka mendaki dengan asal-asalan dan kurang persiapan. Namun, fasilitas dan regulasi yang melindungi pendaki akan lebih meminimalisir dampak buruk yang akan terjadi.

Bicara tentang fasilitas, kamu pasti kesel ‘kan kalau mau buang air kecil atau besar di gunung. Nggak ada toilet, Men! Adanya cuma semak-semak dan bermodalkan sebuah golok. Kalau pipis aja sulit, gimana kalau mimpi basah dong? Duh…

Nah, masalah di gunung itu begitu kompleks dan seakan menjijikkan jika dibayangkan. Kalau kamu mau pipis atau BAB harus mencari semak-semak. ‘Kan agak gimana gitu?

Buat kamu yang cewek dan suka naik gunung, pasti ribet banget kalau mau pipis di gunung. Apalagi kalau kebelet BAB, wah bikin pusing. Harus nyari semak-semak yang aman dari pandangan kaum lelaki. Lebih-lebih kalau lagi dapet, wah repot pokoknya kalau lagi di gunung!

Setali tiga uang, cowok juga ribet lho kalau pengen buang hajat di gunung. Ya meskipun mereka lebih cuek namun sebenarnya males juga harus gali lubang dan BAB kaya kucing begitu. Namun ada satu ketakutan sih bagi kalangan cowok, yakni mimpi basah di gunung!

Bukan apa-apa sih, bagi umat Muslim, mereka harus tetap sholat di manapun dan dengan kondisi apapun. Jadi ya tentu harus bersih dari najis dong…

Sebagai umat Muslim, kewajiban sholat tidak akan gugur di mana pun berada. Bahkan kalau sakit sekalipun. Namun tentu saja akan ada kemudahan dalam pelaksanaannya. Jika memang tidak ada air, boleh menggunakan debu alias tayamum. Juga diberi keringanan untuk men-jamak maupun meng-qashar sholat. Sholat Zuhur dan Ashar bisa dijadikan satu dengan diskon separuh rakaatnya. Tuh ‘kan sebenarnya dipermudah kok. Namun satu hal yang harus dipastikan, adalah bebas dari najis dan juga hadats besar maupun kecil.

Buat kamu yang mendapat rezeki mimpi basah, jangan panik ketika bangun. Mungkin kamu malu kalau ketauan teman setendamu. Nah, begini sebaiknya yang harus kamu lakukan…

Ketika terbangun, segeralah ambil tisu basah dan bersihkan bekas air mani yang keluar. Jangan lupa kamu lepas dulu celana kamu yang sudah basah itu. Setelah dilap dengan tisu basah, kemudian bergantilah celana dan celana dalam. Setelah itu kemudian bertayamumlah seperti biasa dengan debu atau tanah. Namun hal ini syaratnya tidak adanya air. Bisa ada air, tapi tak mencukupi dan hanya untuk kehidupan. Ya seperti kasus di gunung. Jadi tak usah bergulung-gulung di tanah, atau mandi pakai air minum untuk bekal. Apalagi di gunung dingin banget lagi.

Biar kamu makin yakin, mari simak hadits Nabi berikut…

Hadits Ammar bin Yasir.

Amar menceritakan, Rasulullah Saw mengutusku untuk satu keperluan penting. Kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menjumpai air. Akhirnya aku bergulung-gulung di tanah seperti binatang. Sesampainya di Madinah, aku sampaikan hal itu kepada Nabi Saw, kemudian beliau menyarankan tayamum. Sebenarnya kamu cukup melakukan seperti ini: beliau menepukkan kedua telapak tangannya di tanah, kemudian beliau meniupnya dan mengusapkannya ke kedua telapak tangannnya, kemudian mengusapkan ke wajahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada beberapa syarat dilakukan tayamum sebagai pengganti mandi wajib. Selain tidak ada air, buat yang sakit atau sedang berada di cuaca yang sangat dingin bisa juga mengganti mandi wajib dengan tayamum…

Nah, sekali lagi, pendaki gunung sebenarnya begitu dimudahkan ketika sedang kondisi junub di gunung. Jadi kamu nggak usah panik. Jika kamu mimpi basah dan tidak menemukan air, boleh banget mengganti dengan tayamum. Kamu juga bisa mengganti dengan tayamum jika dalam kondisi sakit maupun cuaca yang amat dingin. Ya kalau kamu paksakan mandi wajib malah sakit dan membahayakan jiwa bukan?

Tapi setelah kondisi normal, atau setelah turun gunung, kamu harus segera mandi ya. Tetap harus mandi ketika sudah menemukan air. Ya kali nggak mandi berhari-hari.

Pada prinsipnya, ibadah itu nggak usah dianggap susah. Jalanin aja toh juga nggak berat ‘kan? Lebih berat mendaki gunungnya lho. Semoga dengan informasi ini kamu nggak panik lagi ya. Buat cewek yang baca artikel ini, kasih tahu temen kamu yang cowok ya. Intinya, mau setinggi apapun pendakianmu, selalu ingatlah Tuhan dalam hatimu dan dalam perbuatanmu.

Selamat mimpi basah, eh selamat mendaki!

Sumber; http://www.hipwee.com/travel/duh-mimpi-basah-pas-lagi-di-gunung-nih-gimana-dong-cara-mandi-wajibnya/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment