6 Negara dengan Cuti Hamil Terlama di Dunia. Ada Lho yang Sampai Beri Cuti 3 Tahun Untuk Para Ibu

shares |


Katanya, melahirkan adalah proses yang cukup melelahkan dan meninggalkan rasa sakit. Nggak heran kalau selain materi, persiapan mental dan fisik juga jangan sampai dilewatkan. Maka dari itu, ibu hamil yang bekerja biasanya diberi masa cuti sebelum dan sesudah proses melahirkan. Semuanya dimaksudkan agar saat si ibu kembali bekerja, kondisinya sudah dalam keadaan benar-benar pulih, dan dapat melakukan beberapa persiapan untuk meninggalkan bayinya.

Indonesia mengatur cuti melahirkan dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni sebagai berikut :

Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.
Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.
Saat ini ada 175 negara di dunia yang memberikan cuti melahirkan sekaligus tunjangan selama cuti kepada setiap pekerja. Kalau kamu merasa 3 bulan cuti itu sudah cukup lama, nyatanya ada negara yang memberikan cuti melahirkan selama 1 tahun penuh. Bahkan cuti untuk ayah juga ada, lho! Negara mana sajakah yang dimaksud? Yuk, kepoin sama-sama bareng Hipwee News & Feature!

1. Swedia menjadi negara dengan jatah cuti selama 420 hari dan mewajibkan pembayaran 80% dari total gaji selama yang bersangkutan cuti! Apa nggak rugi ya yang jadi perusahaannya?

Dengan tingkat kelahiran rendah, Swedia membuat peraturan cuti yang luar biasa menguntungkan bagi ibu hamil. Nggak tanggung-tanggung, cuti yang diberikan adalah selama 420 hari atau setahun lebih 2 bulan. Nggak cuma itu, si ibu yang sedang cuti tersebut juga tetap mendapatkan haknya sebesar 80% dari keseluruhan gajinya setiap bulan. Hal ini tentu saja bertujuan agar para ibu di sana tergiur untuk memiliki anak karena fasilitas cuti yang diberikan negara sangat lama. Apa nggak rugi ya yang jadi perusahaannya?

2. Kroasia lebih menguntungkan lagi. Sudah dikasih 1 tahun cuti, eh bisa nambah lagi jadi 3 tahun!

Kroasia masuk ke dalam negara yang diprediksi akan kehilangan 30 hingga 54 persen populasi. Pada tahun 2015, penduduk Kroasia adalah 4.240.000 dan akan berkurang menjadi 2.615.000 di tahun 2100. Hal inilah yang membuat pemerintah Kroasia memberikan kebijakan cuti melahirkan selama 12 bulan dengan pemberian gaji penuh dan dapat menambah masa cuti selama 3 tahun lamanya. Mungkin saat kembali kerja, bisa jadi sudah lupa apa jobdesk-nya.

3. Di Denmark, masa cuti diberikan selama 52 minggu dengan gaji penuh dan dapat fasilitas gratis penitipan anak selama 6 bulan

Denmark merupakan negara dengan jumlah karyawati terbanyak kedua di Eropa. Setiap karyawati yang akan melahirkan diberi jatah cuti selaam 52 minggu dengan gaji penuh dan mendapatkan fasilitas penitipan anak gratis selama 6 bulan yang disediakan oleh pemerintah. Nggak heran sih, karena tingkat kelahiran Denmark makin lama semakin rendah. Upaya jatah cuti melahirkan yang lama diharapkan mampu menjadi pemicu para wanita untuk mau punya anak.

Nggak cuma itu, bahkan pemerintah Denmark juga menawarkan ‘ovulation discount‘ untuk karyawan yang mau liburan dan terbukti positif hamil setelah liburan, ditambah dengan pemberian baby stuff gratis dari pemerintah selama 3 tahun. Apa pindah kewarganegaraan aja ya kalau begini ceritanya?

4. Nggak cuma untuk ibu hamil, calon ayah juga dapat jatah cuti melahirkan selama 3 bulan. Semua peraturan ini hanya ada di Norwegia

Norwegia mungkin adalah negara terbaik untuk para ibu. Yah, pantas saja. Di negara ini, masa cuti untuk ibu melahirkan adalah sebanyak 36 sampai 46 minggu. Untuk mereka yang cuti pendek, gajinya akan diberi 100%. Sedangkan mereka yang mengambil masa cuti terlama, tetap mendapatkan 80% gajinya. Nggak cuma itu, calon ayah juga dapat jatah cuti selama 3 bulan lho! Ini sih spektakuler banget. Merawat bayi dengan ditemani suami di awal-awal minggu pasti akan sangat menyenangkan.

5. Tingkat kelahiran rendah di Bosnia & Herzegovina membuat pemerintah memberikan cuti melahirkan selama 1 tahun dengan gaji penuh

Bosnia & Herzegovina jadi negara dengan tingkat kelahiran rendah kedua setelah Jerman, disusul kemudian Jepang, Portugal dan Hungaria. Beberapa sumber menyebutkan bahwa angka kelahiran bayi di negara ini adalah 8,72 bayi lahir per 1.000 orang. Setiap wanita yang bekerja berhak dapat cuti melahirkan selama 1 tahun dengan gaji dibayar 82% sebulan pertama dan 75% di 11 bulan berikutnya.

6. Kanada memang memberikan masa cuti melahirkan sampai 52 minggu, tapi syaratnya sedikit ribet

Saat ini, angka kelahiran di Kanada adalah 1,61. Angka tersebut masih dibawah dari yang dibutuhkan untuk menopang kebudayaan. Bayangkan saja kalau pemerintah tidak menggalakkan laju penambahan penduduknya, bisa jadi populasi Kanada tak berkembang. Meski ibu hamil di negara ini dapat jatah cuti selama setahun, tapi syaratnya lumayan rumit. Setidaknya harus bekerja lebih dari 600 jam dan sudah membayar asuransi karyawan selama setahun. Setelah semua terpenuhi, karyawati berhak dapat cuti selama 52 minggu dengan 55% gaji di 17 minggu pertama dan penyesuaian setelahnya.

Masa cuti yang diberikan negara-negara ini memang tak diberikan begitu saja. Pemerintah sengaja memberikan jatah waktu yang lama agar warganya mau untuk mempunyai anak. Miris ya, disaat fasilitas yang diberikan bisa dibilang sangat baik, tapi ternyata dibuat agar populasi penduduknya stabil.

Sumber; http://www.hipwee.com/feature/6-negara-ini-beri-cuti-melahirkan-terlama-di-dunia-jadi-ingin-pindah-kewarganegaraan-kalau-begini-jadinya/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment