5 Penjelasan Ahli Tentang Mereka yang Sulit Sekali Ingat Nama Orang. Jika Kamu Termasuk, Wajib Baca!

shares |


Tiap hari kita pasti bertemu orang baru. Kalau tidak hidup terasing dalam gua atau puncak gunung, kamu pasti akan berpapasan dengan orang baru di mall atau di pinggir jalan. Ada juga hari-hari spesial seperti hari pertama sekolah, kuliah, atau kerja, dimana kamu diharuskan berkenalan dengan banyak orang pada saat yang bersamaan. Otakmu seakan mau meledak berusaha mengingat semua nama itu dalam sehari. Atau setidaknya mencoba tidak salah menyebut nama orang keesokan harinya.

Bagi sebagian orang, mengingat nama orang ternyata merupakan masalah yang sangat serius lho. Apakah kamu juga termasuk mereka yang selalu lupa nama orang lain meski sudah berkali-kali bertemu? Hipwee News & Feature mungkin punya jawaban untukmu.

Asal kamu tahu, kemampuan mengingat nama orang ini ditentukan oleh ketertarikanmu padanya. Bukan karena kemampuan otak yang rendah

Secara ilmiah, fenomena mengapa orang sering lupa nama ini memang sudah sering dikaji. Menurut laporan Sciencedaily, kemampuan mengingat nama orang ternyata tidak ditentukan oleh kemampuan otak. Jadi bersyukurlah, bukan ingatanmu kok yang bermasalah. Profesor psikologi Kansas State University, Richard Harris menjelaskan bahwa semakin kamu tertarik pada seseorang maka namanya juga akan mudah kamu ingat. Begitu pula sebaliknya. Minum minyak ikan untuk meningkatkan daya ingatmu juga tidak akan begitu membantu kalau kamu sama sekali tidak tertarik pada orang itu. Jadi supaya bisa mengingat nama orang lebih lama, kamu juga harus meningkatkan level ketertarikanmu padanya.

Otak manusia faktanya memang lebih mudah me-recall gambar dibanding kata-kata. Itu kenapa sering terjadi, kamu ingat wajah tapi lupa nama

Beragam penelitian menyebutkan, nama memang termasuk salah satu hal yang sulit diingat oleh otak manusia. Selama manusia hidup, informasi mengenai nama akan membanjiri masuk ke otak kita. Mulai dari nama keluarga, nama teman, artis, pemain sepak bola, tokoh fiksi di film dan anime, dan sebagainya. Semakin bertambahnya usia, maka nama juga akan semakin sulit diingat dan di re-call. Dibandingkan nama orang yang seringkali sama, bekas memori yang lebih gampang diingat kembali adalah gambaran wajah atau fisik. Wajar sih jika kamu sering lupa nama orang tapi ingat wajahnya.

Rasa tidak mampu mengingat nama ini juga dihubungkan dengan ‘Baker Effect’. Otakmu tak bisa langsung menyimpan informasi ke memori jika hanya sekali mendengar nama seseorang

Otak akan bisa mengingat nama seseorang dengan baik kalau kamu sering berjumpa atau bertemu dengan orang tersebut. Jadi, jangan heran kalau setelah bertukar informasi satu kali dan terjadi secara cepat pada saat perkenalan akan tetap membuatmu bertanya kembali siapa nama kenalanmu tadi.

Di dalam otak kita, sejatinya ada memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka pendek ialah memori yang digunakan saat kamu benar-benar fokus menangkap informasi kepada hal tersebut. Seperti saat kamu menghafal materi untuk ujian misalnya. Sementara itu, memori jangka panjang akan berkaitan dengan seringnya kamu berkomunikasi dan menghabiskan waktu bersama orang tersebut.

Untuk mengatasi lupa nama ini, akhirnya banyak orang memberi beragam julukan pada kawan-kawannya sebagai trik khusus untuk mengingat mereka

Karena keterbatasan kerja otak manusia, akhirnya kita butuh trik-trik khusus untuk mengingat seseorang. Salah satunya dengan mengingat nama panggilan atau julukan dari orang tersebut. Ketika kamu punya teman bernama Iqbal misalnya, dia punya julukan si Upin. Nah ketika kamu bertemu lagi dengannya sepuluh tahun kemudian misalnya, kamu akan lebih mengingat Upin dibandingkan Iqbal tadi.

Ada lagi trik lain yang biasa dilakukan untuk mengingat nama orang, yaitu dengan mengasosiasikan nama seseorang dengan hal khusus yang mudah diingat misalnya. Seseorang bernama Toto mungkin, bisa kamu asosiakan dengan merek kloset toilet sehingga kamu bisa mudah mengingatnya. Pasti kamu pernah melakukannya bukan?

Penelitian dua tahun lalu menyebutkan, ternyata mendengarkan musik terlalu lama bisa bikin seseorang makin rentan lupa nama orang lho

Sebuah penelitian dari para ahli di Georgia Institute Technology menunjukkan bahwa ternyata musik bisa mengganggu proses mengingat nama orang, terutama seiring dengan bertambahnya usia. Menurunnya daya konsentrasi ditambah dengan distraksi suara, ternyata jadi kombinasi ampuh yang mencegahmu mengingat nama seseorang dari masa lalu. Associative memory atau kemampuan memunculkan ingatan yang sebelumnya telah dikumpulkan otak, memang bakal semakin menurun seiring pertambahan usia. Tapi ternyata musik juga bisa memperparah efek tersebut.

Selain nama orang yang mudah sekali dilupakan, salah memanggil nama juga bisa disebut sebagai sebuah hal yang lazim terjadi. Hal ini bisa dibilang sebagai kesalahan kognitif yang seringkali terjadi pada manusia. Jadi kalau ada seseorang yang melupakan namamu dan salah memanggilmu, kamu jangan tersinggung dulu ya. Tentu saja mereka tidak melakukannya dengan sengaja, beragam faktor di atas turut berperan dalam proses mengingat nama yang terus-terusan dilakukan manusia.

Sumber; http://www.hipwee.com/feature/sering-lupa-nama-orang-sampai-frustasi-sendiri-5-pendapat-ahli-ini-mungkin-bisa-jelaskan-kondisimu/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment