4 Cara Menggendong Bayi Berdasarkan Usia. Nggak Mau ‘Kan, Mereka Terkilir dan Nggak Nyaman?

shares |


Kegiatan menggendong bayi pasti akan menjadi aktivitas rutin yang dilakukan oleh para mama muda nantinya, baik yang baru melahirkan ataupun yang usia bayinya sudah lebih dari tiga bulan. Menggendong sendiri sering disebut sebagai cara efektif bagi orangtua kepada anaknya demi menjalin ikatan batin yang lebih erat nantinya. Walau kelihatannya menggendong bayi ialah aktivitas yang menyenangkan, namun nyatanya hal yang satu ini juga tak boleh dilakukan sembarangan. Kalau tidak berhati-hati, maka bisa jadi berdampak buruk bagi si buah hati.

Karena itulah, para orangtua dan calon orangtua perlu mengetahui bagaimana cara menggendong bayi sesuai usia agar bayi tetap tenang dan aman dalam dekapan bunda. Menggendong dilakukan berbeda-beda berdasar usia, sebab bayi akan memiliki kebutuhan dan kemampuannya sendiri sesuai usia mereka. Kalau dilakukan dengan tepat, maka resiko yang tak dikehendaki pun bisa diminimalisir. Hati-hati ya cara gendongnya.

Bayi usia 0-3 bulan memiliki tulang yang masih sangat lemah, posisi paling tepat untuk menggendongnya ialah dengan membaringkan di lengan tangan

Bayi baru lahir harus digendong dengan sangat hati-hati. Kamu bisa menyelipkan satu tangan ke bagian leher bayi untuk menyangga kepalanya, lalu letakkan tangan lainnya di bagian belakang tubuh bayi untuk menopang punggung dan bokongnya. Bagian kepala, leher, dan punggung bayi agar nyaman bisa diletakkan di lipatan siku tangan kiri atau kanan.

Bayi usia 0-3 bulan juga bisa digendong dalam posisi tegak dengan kepala bayi di atas bahu menghadap ke belakang. Biarkan si bayi menyandar di dadamu, topang lehernya dengan satu tangan dan tangan satunya menopang punggung dan bokong mereka. Kalau buah hati sudah di atas satu bulan, bisa diposisikan setengah duduk. Yaitu, satu tangan menyangga bokongnya, dan tangan satunya memegang dada.

Kalau bayi usia 3-6 bulan, biasanya akan lebih senang digendong dengan posisi duduk menghadap ke arah depan. Usia segini sudah tak betah lagi dibaringkan

Bayi usia tiga bulan sudah bisa duduk di pangkuan. Kalau sudah memasuki usia empat bulan, posisi si kecil sudah bisa lebih luwes lagi, bisa digendong dengan menghadap ke arah depan, belakang ataupun berhadapan. Lalu pada usia lima bulan, disarankan untuk menggunakan kain gendongan, sebab tubuh bayi pada usia ini sudah semakin berat. Posisinya bisa didudukkan pada pinggang, di bagian depan perut dengan posisi berhadapan, dan ditopang salah satu lengan. Sambil menggendong kamu bisa juga melakukan aktivitas lainnya.

Kalau bayi usia 6 bulan, bisa kamu gendong dengan banyak posisi. Sebab, tulangnya sudah cukup kuat alias tak terlalu ringkih lagi

Tulang dan otot bayi saat masuk usia enam bulan sudah semakin kuat, jadi beragam posisi untuk menggendongnya pun bisa kamu coba. Dengan didudukkan di bagian depan dada dengan satu tangan menyangga bokongnya dan tangan lain melingkar di bagian perutnya misalnya. Selain itu, bisa juga dengan posisi duduk, bagian tubuh bayi setengah berhadapan dengan badan bunda. Kedua tangan difungsikan untuk menopang bokong dan bagian pinggang bayi. Menggunakan alat gendong bayi juga sah-sah saja.

Meski sudah memasuki usia delapan bulan, orangtua tetap dianjurkan untuk menggendong si kecil. Tapi jangan sering-sering, beri kesempatan mereka bermain di lantai juga

Di usia ini, tulang belakang si kecil sudah cukup kuat dan lehernya sudah cukup baik menopang kepalanya. Karena tubuh bayi juga semakin besar, jadi gendongan juga harus kuat. Untuk itulah, menggendong buah hati cukup sesekali saja. Sisanya, biarkan bayi mengeksplorasi kemampuan ingin tahunya serta lingkungan dan lain sebagainya. Tentu saja pada masa ini pengawasan orangtua akan sangat diperlukan. Karena pada usia ini bayi juga sudah bisa merangkak, persilakan mereka merangkak di dalam rumah atau di taman bermain. Sedangkan untuk teknik menggendongnya, tak jauh berbeda dengan usia enam bulan ke atas.

Fase-fase menggendong bayi di atas sangat penting diketahui para bunda dan calon bunda untuk mencegah resiko-resiko, seperti terkilir atau patah tulang pada bayi saat dalam gendongan. Rasa aman dan nyaman mutlak harus diberikan, sehingga secara psikologi ikatan batin antara bayi dan bunda akan semakin erat. Yang terpenting, ketika menggendong bayi jangan mendekap mereka terlalu erat. Juga hindari goncangan yang terlalu keras ketika menggendong dan menimang mereka.

Sumber; http://www.hipwee.com/tips/menggendong-bayi-memang-tak-semudah-kelihatannya-nih-4-cara-menggendong-bayi-sesuai-usia/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment