4 Alasan Kenapa ‘Adit & Sopo Jarwo’ Masih Harus Belajar dari Animasi Punya Tetangga, ‘Upin & Ipin’

shares |

loading...
loading...

Adit & Sopo Jarwo adalah animasi karya anak negeri yang 
digadang-gadang bakal bisa bersaing dengan animasi impor. Karakter Adit, Sopo, Jarwo, Dennis, Mitha, Devi, Adelya dan lainnya memang sudah cukup dekat dengan masyarakat kita, tak terkecuali anak-anak. Animasi yang diproduksi oleh MD Animation ini ditulis Eki N.F., Deddy Otara, dan Zulfa Asliha. Awalnya sempat tampil di Global TV, kini mereka pindah tayang di Trans TV sejak 20 Maret 2017, artinya Adit & Sopo Jarwo akan ‘bersaing’ dengan Upin & Ipin.

Popularitas Adit, & Sopo Jarwo bukan didapat dalam sekejapan mata. Animasi ini mendapat dukungan penuh dari stasiun televisi karena merupakan produksi lokal. Meskipun sudah tayang sejak 27 Januari 2014, Adit & Sopo Jarwo baru dapat jam tayang tetap 6 bulan kemudian. Sejak saat itu barulah rating mereka naik, bahkan pernah mengalahkan serial Jodha Akbar. Perjuangan ini mirip sih dengan perjuangan Upin & Ipin yang awalnya juga pernah ditolak salah satu televisi Nasional. Tapi begitu tayang di Tv9 Malaysia pada 2007, Upin & Ipin langsung populer. Penulis ceritanya, Ainon binti Ariff dan Burhanuddin Radzi, berhasil membawa penonton menjadi penggemar setia. Bahkan serial ini sukses ditayangkan di berbagai negara: Filipina, Kamboja, Vietnam, Singapura, Brunei, Hongkong, Korea Selatan, dan Turki.

Sayangnya jika dibandingkan dari segi kualitas cerita, Adit & Sopo Jarwo belum bisa menandingi Upin & Ipin. Terlepas dari harus mengapresiasi karya anak bangsa, kita memang harus mengakui kalau Adit & Sopo Jarwo masih harus banyak mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan.

1. Nasehat Upin & Ipin muncul dari kepolosan anak-anak, sementara nasehat Adit & Sopo Jarwo tercetus dari kesalahan dan kebodohan orang dewasa

Dua-duanya sama-sama mengandung nasihat di tiap episode yang ditayangkannya. Namun sumber nasihat kedua animasi ini berbeda. Nasihat dalam Upin & Ipin tercetus dari kepolosan dan keingintahuan anak-anak, jadi walaupun opah-nya atau karakter dewasa lainnya yang memberi nasihat, sumbernya tetap dari tingkah karakter anak-anak

Sementara itu nasihat Adit & Sopo Jarwo lebih sering berasal dari kesalahan dan kebodohan orang dewasa. Kita bisa dengan cepat menduga bahwa nasihat itu akan ada di akhir episode dan dibawakan oleh sosok Pak Haji yang suaranya mirip Deddy Mizwar.
Macam-macam nasihat yang dilontarkan Upin & Ipin pun lebih beragam, dari mulai agama, kemanusiaan, persahabatan, perbedaan etnis, menghormati orang tua, nasionalisme, motivasi, kreativitas, hingga kesederhanaan.

2. Karakter di semua tokoh Upin & Ipin sangat kuat. Sementara di Adit & Sopo Jarwo hanya tokoh utamanya yang kuat, lainnya seperti sekadar cameo

Upin & Ipin memiliki karakter yang sangat realistis, tidak ada tokoh yang dibuat sempurna di tiap episodenya, bahkan termasuk tokoh opah yang cenderung dituakan. Ia tetap melakukan hal-hal konyol atau kesalahan. Sementara itu dalam animasi Adit & Sopo Jarwo, masih ada tokoh yang digambarkan sempurna seperti Pak Haji misalnya, dan ada juga tokoh lain yang digambarkan selalu tidak sempurna seperti Adit & Sopo Jarwo. Selain itu karakter lain yang ada di Adit & Sopo Jarwo lebih terlihat seperti cameo karena tidak dijelaskan secara jelas karakternya. Berbeda dengan Upin & Ipin yang karakter-karakternya sangat kuat.

Meskipun begitu karakter Adit dan teman-temannya sudah cukup punya nilai lebih seperti misalnya mereka digambarkan tidak pernah memegang ponsel, gadget, dan komputer. Bahkan penggunaan TV pun sangat minim. Sebagai informasi, animasi lokal ini memang sengaja tidak menampilkan adegan di sekolah, karena ceritanya tentang anak-anak yang bermain gembira di hari libur.

3. Soal kualitas animasi kita boleh berbangga, karena Adit & Sopo Jarwo tak kalah jauh dari Upin & Ipin

Meski banyak yang bilang animasi Adit & Sopo Jarwo tidak lebih halus dari Upin & Ipin, tapi untuk urusan kontras dan warna animasinya sama sekali tidak kalah jauh. Untuk kualitas dubbing juga sudah cukup baik. Intinya animasi kita sudah sangat pantas untuk bersainglah, tinggal ceritanya saja yang dibuat lebih matang.

4. Dari segi cerita,Upin & Ipin menjual kecerdasan anak-anak. Sementara Adit & Sopo Jarwo mengulik kebodohan orang dewasa

Latar tempat animasi Upin & Ipin adalah desa dengan budaya Melayu, sedangkan Adit & Sopo Jarwo memilih pinggaran kota sebagai latar lengkap dengan pertemuan budaya Jawa dan Betawi. Yang dijual oleh Upin & Ipin adalah kecerdasan anak-anak yang tampak dari adegan-adegan di tiap episodenya. Meksi diceritakan nakal, sisi ini tetap ditunjukkan sewajarnya sesuai kebiasaan anak-anak pada umumnya. Sayangnya, Adit, Sopo, dan Jarwo masih berkutat dengan cerita kebodohan orang dewasa yang diulang-ulang. Karakter Bang Sopo dan Jarwo terlalu sering digambarkan sebagai sosok yang bodoh dan naif.

Masalah Adit & Sopo Jarwo juga terlalu kompleks dan kurang sesuai dengan dunia anak-anak. Mereka lebih suka menggunakan formula “perseteruan abadi” dibandingkan bereksperimen dengan emosi anak-anak. Ide mereka untuk menampilkan tokoh-tokoh seperti Jokowi, Habibie, Arman, Chreybelle, dan lainnya cukup segar sebenarnya. Tapi jika dibandingkan dengan Upin & Ipin yang sangat sederhana permasalahannya tapi ‘menggigit’, tentu Adit & Sopo Jarwo jauh tertinggal. Menerjemahkan permasalahan ke dunia anak-anak memang bukan hal yang mudah, tapi semoga Adit & Sopo Jarwo bisa segera menemukan formulanya.

Sama-sama digemari anak-anak dan remaja, Adit & Sopo Jarwo memang harus melakukan beberapa perbaikan agar ceritanya tidak membosankan dan mudah ditebak. Walaupun kita tetap harus sepakat kalau produksi anak negeri perlu diapresiasi, hanya substansi ceritanya yang perlu diperbaiki. Setuju?

Sumber; http://www.hipwee.com/hiburan/upin-ipin-masih-lebih-baik-dari-adit-sopo-jarwo-kita-harus-mengakuinya-karena-4-alasan-ini/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment