Soal Kesuksesan, Anak 90-an dan 2000-an Ternyata Punya Pandangan yang Berbeda. Sama-sama Keren Sih!

shares |

loading...
loading...

Zaman memang sudah berkembang. Mulai dari urusan gadget hingga urusan kehidupan sehari-hari, semuanya sudah jauh berbeda bila dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun lalu. Tentu saja ini tidak sepenuhnya buruk. Ada banyak hal baik yang bisa diambil dari perkembangan ini. Meskipun kita juga tidak bisa ingkar bahwa banyak sekali hal buruk yang terjadi seiring perkembangan waktu.

Kali ini Hipwee Boys ingin membahas soal perbedaan arti kata “sukses” antara anak 90-an yang sekarang sudah menginjak usia 20-an dan anak 2000-an yang memang bisa dibilang masih cukup muda. Ini bukan soal membandingkan mana yang lebih baik, tapi soal melihat betapa perbedaannya memang cukup jauh kalau kita mau memerhatikannya. Daripada makin panjang, kita simak aja yuk, ulasannya berikut ini!

Anak 90-an lebih suka menjadi part of something. Mungkin karena memang rata anak 90-an tidak individualis


Anak 90-an lebih suka menjadi bagian dari sesuatu. Namun, hal ini jangan diartikan bahwa rata-rata anak 90-an itu penakut, bukan itu. Anak-anak 90-an mengalami masa kecil yang bisa dibilang sangat alamiah dan memiliki interaksi sosial yang cukup tinggi. Jadi, dalam beberapa artian, anak 90-an memang sudah menjadi part of something sejak kecil. Jadi, nggak salah juga jika dalam mimpi kesuksesan, anak-anak yang besar di era tahun 90-an lebih suka menjadi bagian.

Namun, berbeda dari mimpi para orang tua yang cenderung mengedepankan keamanan, mimpi sukses anak 90-an masih memiliki sisi kreatifitas dan kesenangan di dalamnya. Maka, tidak heran bila banyak anak yang besar di tahun 90-an lebih suka bekerja di pekerjaan-pekerjaan yang santai, menyenangkan, dan kreatif. Alih-alih menyukai keamanan finansial dari menjadi pegawai biasa, kebanyakan anak 90-an pasti sangat ingin menjadi bagian proyek start-up yang bisa bekerja dengan santai meskipun targetnya juga nggak kecil.

Anak 2000-an lebih cenderung ingin melakukan semuanya sendiri. Meski individualis, tapi hal ini juga nggak kalah keren dari mimpi anak 90-an


Berbeda dari anak yang lahir atau tumbuh di era 90-an, anak-anak yang lahir dan tumbuh di era 2000-an bisa dibilang lebih individualistis. Tapi tentu saja hal ini bukanlah hal buruk. Bahkan dalam beberapa sudut pandang, individualisme ini bisa dianggap sebagai salah satu wujud keberanian yang mungkin saja tidak pernah dimiliki oleh anak 90-an.

Tidak heran bila anak 2000-an memiliki mimpi yang jauh berbeda dibanding dengan anak 90-an. Anak 2000-an tumbuh dengan lingkungan yang lebih individualis. Meski sudah bisa dipastikan bahwa anak 2000-an lebih “canggih”, namun mereka tidak besar dengan banyak interaksi dengan orang lain.

Dari fenomena masa pertumbuhan itu, tidak heran bila anak 200o-an lebih memiliki keberanian untuk mengekspresikan dirinya. Dari segi mimpi kesuksesan, anak 2000-an cenderung lebih menggantungkan kesuksesannya pada kemampuan individual. Oleh karena itu, pekerjaan macam fotografer, reviewer, selebgram, youtuber menjadi pilihan jalan yang paling favorit.

Akhirnya memilih untuk fokus sebagai fotografer, Agan Harahap dan karyanya yang mendunia ini nggak lagi diragukan



Pernah familiar dengan foto Angelina Jolie yang ada berdiri bersama 2 polisi Indonesia? Atau Leonardo di Caprio muda yang lagi selamatan dengan pake kemeja batik? Nah, itu adalah salah dua dari karya editan dari Agan Harahap yang viral di dunia maya. Dia adalah salah satu fotografer ini sudah melahirkan karya unik lama. Nggak heran kalau editannya yang di-share di instagram @aganharahap ini mampu menghibur banyak orang.

Dibalik karyanya yang unik tersebut, banyak perjuangan yang harus dia lewati untuk bisa mencapai karirnya saat ini. Termasuk dalam generasi 90-an, perjuangan Agan tidaklah instan. Mengulang mata kuliah fotografi dan harus puas dengan nilai C, jadi editor foto acara kawinan sampe lulusan, bahkan bekerja di majalah musik pernah ia rasakan asam garamnya.

Di tahun 2012, berbekal keyakinan, passion, adanya kesempatan, dan keinginan untuk mengembangkan diri, Agan Harapan memutuskan untuk menjadi full-time artist. Karyanya viral dan dimuat di portal berita ternama seperti Telegraph dan Wired, juga sudah pernah. Menggelar pameran di Singapura dan Jepang pun sudah Agan jalani. Definisi #ItuSuksesku dari Agan Harahap adalah:

Kesuksesan nggak melulu memberi dampak bagi diri sendiri. Sukses adalah berkarya untuk membuka pikiran banyak orang.

Semuanya sama hebatnya. Meski berbeda, dua-duanya memiliki mimpi besar


Mana yang lebih baik? Kiranya pertanyaan itu tidak mungkin ada jawabannya. Kenapa? Karena kalau sudah menyangkut urusan kesuksesan, kita semua memang punya jalan kita masing-masing. Nggak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Baik itu anak 90-an atau anak 200o-an, keduanya memiliki kesempatan yang sama besar untuk sukses. Dua-duanya juga memiliki mimpi yang tidak bisa dianggap remeh. Meski hanya jadi bagian, anak 90-an memiliki mimpi yang bertopang pada kreativitas. Dan, meski bisa dibilang sangat individualis. anak 2000-an memiliki mimpi yang tida kalah besar, mereka ingin mengambil peranan penting dalam perkembangan dunia.

Mungkin dalam beberapa hal, anak 90-an akan terlihat lebih “manusiawi” karena memang sejak kecil mereka terlatih untuk berinteraksi dengan banyak orang. Sementara itu untuk anak 2000-an, mungkin mereka akan terkesan lebih arogan dan semaunya sendiri.

Namun hal itu hanyalah luarnya saja. Dalamnya, mereka semua memiliki mimpi keinginan untuk bilang #ItuSuksesku yang sama-sama besar. Meskipun cara dan tujuannya sangat berbeda. Agan Harahap sudah berbagi tentang arti sukses menurutnya. Bagimu, apa sih #ItuSuksesku? Di sini, kamu bisa mencari sumber inspirasi untuk dapetin sukses menurut definisimu sendiri, guys!

Nah itu tadi sedikit pembahasan soal arti kata sukses anak 90an dan anak 2000-an. Sangat jauh berbeda memang. Namun, keduanya sama-sama memiliki mimpi yang tidak kecil. Dua-duanya sama-sama memiliki satu tujuan. Kesuksesan!

via http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/soal-kesuksesan-anak-90an-dan-2000an-ternyata-memiliki-pandangan-yang-berbeda-sama-sama-keren-sih/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment