Di Balik Ucapan Orangtua Tak Mau Membiayai Jika Tak Masuk Perguruan Tinggi Negeri, 5 Hal Ini Harusnya Kamu Pahami

shares |

loading...
loading...

Nak, bapak nggak bisa biayain kalau kamu nggak masuk negeri….

Yah, kok gitu Pak? Terus aku nanti nggak kuliah dong.

Mungkin ada rasa sedih sekaligus kecewa saat kamu mendengar pernyataan orangtuamu ini. Pasalnya kamu punya harapan bisa segera lanjut ke jenjang berikutnya seperti temanmu yang lainnya. Apalagi sampai detik ini kamu sendiri belum ada bayangan harus melakukan apa jika tak benar tak bisa kuliah.

Tapi alih-alih terus terbawa suasana murung bahkan sampai berprasangka buruk dan kesal dengan orangtua, harusnya kamu belajar berpikir lebih dewasa. Bahwa di balik ucapan “tak ingin membiayai” dari ayah dan ibumu ini ada kebaikan yang harus dirimu pahami. Toh orangtuamu pun sama seperti orangtua lainnya yang selalu ingin “terbaik” untuk anak-anaknya.

1. Bukan tak sayang, justru ini cara orangtua menyemangati kamu yang tengah berjuang

Katanya sayang sama anak, tapi masa nggak mau biayain kalau aku nggak masuk PTN!

Kamu mempertanyakan lagi besarnya kasih sayang orangtua kepadamu. Sebab menurutmu, kalau saja benar sayang harusnya mereka tetap membiayai kuliahmu sekalipun di swasta. Sementara kalau saja kamu mau menilik sisi positifnya, ucapan orangtuamu ini bisa jadi pelecut semangat untuk berusaha semaksimal mungkin. Kamu tertantang untuk lebih fokus dan gigih belajar agar bisa lolos ujian masuk PTN. Kamu pun jadi lebih jeli melihat peluang yang masih dalam jangkauan kemampuanmu.

Ya, ucapan orangtuamu ini jadi cara baru yang jitu untuk menyemangatimu yang tengah berjuang di antara ribuan anak di luar sana.

2. Ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan ayah dan ibu ketika kamu diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Ada yang bilang sekolah di swasta atau negeri sama saja. Karena pintar atau tidaknya seseorang kembali lagi ke pribadiannya. Tapi bagi kebanyakan orangtua tetap saja sekolah di universitas negeri lebih memberi kebanggaan tersendiri. Bagaimana tak bangga kalau kamu jadi salah satu anak yang berhasil menyisihkan beribu-ribu anak lainnya? Bagaimana tak bangga kalau ternyata PTN tujuanmu jadi salah satu universitas terbaik di negeri ini?

Di saat kamu ingin sekali bisa kuliah dan tak pandang itu negeri atau swasta. Di saat itu pula orangtuamu ingin sekali kamu jadi kebanggaan mereka dengan bisa lolos di Perguruan Tinggi Negeri.

3. Sebab hidup ini sulit Nak, diam-diam orangtuamu ingin kamu paham kondisi finansial yang cukup membiayai di PTN saja

Mungkin selama ini kamu melihat kebutuhanmu yang tercukupi dengan baik jadi tanda keadaan finansial orangtuamu pun sama baiknya. Padahal ada kalanya orangtuamu ini jadi orang yang pandai sekali mengelabuimu. Sebab ayah atau ibumu selalu punya keyakinan cukuplah kesusahan ini ditanggung oleh mereka. Sedangkan kamu hanya perlu fokus saja belajar dan menyiapkan diri untuk jadi orang yang sukses kelak.

Tapi saat kamu sudah mulai beranjak dewasa, orangtua ingin kamu paham kondisi mereka lewat bahasa kiasan. Bukannya orangtua tidak ingin membiayai, hanya saja biaya kuliah di PTN biasanya masih cukup ramah dengan saku mereka. Dari sini kamu harusnya juga paham dengan kemampuan orangtuamu sendiri.

4. Mengucapkan ini pun bukan hal yang mudah, tapi dalam hati mereka ada keyakinan kuat jika kamu mau berusaha

Jangan kamu pikir mengucapkan ini semudah saat memintamu membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Ada beban berat yang mesti mereka pikul. Dalam hati ingin sekali membahagiakan anaknya, tapi di satu sisi lagi mereka memikirkan biaya untukmu. Karena itu sebelum memberanikan diri mengatakan hal ini kepadamu. Ayah dan ibu pun meyakinkan dirinya jika kamu masih memiliki keyakinan kuat untuk berusaha. Mereka yakin kata “tak akan membiayai jika kamu tak masuk PTN” akan jadi mendorongmu lebih keras untuk terus maju.

5. Tak ada orangtua yang tak ingin terbaik untuk anaknya, dan PTN ini adalah representasi hal terbaik itu

Kamu ingat, bagaimana ibumu dulu berusaha sekali untuk bisa memberikanmu ASI eksklusif. Rasa-rasa sakit atau putus asa selalu coba dia tepiskan saat air susunya belum bisa keluar dengan normal. Kamu tahu bagaimana ayahmu di luar sana membanting tulang untuk bisa mencukupi segala kebutuhanmu. Rasa letih serta penat dengan pekerjaan harus dia hadapi setiap hari. Demi apalagi perjuangan mereka, kalau bukan demi memberikan yang terbaik untukmu.

Sekarang pun sama, mereka mengatakan hal itu karena memang ingin sekali kamu bisa kuliah di universitas negeri. Tak harus yang paling unggul. Tapi setidaknya masih ada embel-embel negeri yang bisa meyakinkan mereka, kalau di sana pasti punya standar pembelajaran yang baik untukmu. Sebab biar bagaimanapun PTN atau universitas negeri ini jadi salah satu representasi yang terbaik untukmu.

Jadi, apa sekarang kamu masih menganggap mereka tak sayang, tega, atau tak peduli? Sementara mereka tetap cuma ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.

Sumber; http://www.hipwee.com/motivasi/di-balik-ucapan-orangtua-tak-mau-membiayai-jika-tak-masuk-perguruan-tinggi-negeri-5-hal-ini-harusnya-kamu-pahami/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment