Biar Komunikasi Dengan Cowokmu Berkembang, 9 Obrolan Ini Perlu Kamu Kurangi Dari Sekarang

shares |

loading...
loading...

Untuk urusan komunikasi, setiap hubungan punya caranya sendiri-sendiri. Termasuk kamu dan dia yang memilih berkomunikasi sesering mungkin, dengan harapan hubungan kalian bisa berjalan langgeng hingga tahunan dan kepelaminan. Karena paling tidak kebutuhan akan perhatian serta keterbukaan tampak tercukupi dengan baik. Tapi kadang kamu sendiri lupa, jika ada hal-hal yang lebih baik diobrolkan sesekali saja, bahkan dihindari sejak sekarang.

Bukan cuma agak sensitif dan memang tak penting-penting amat. Tapi hal-hal yang diobrolkan kali ini ternyata juga bisa membuat komunikasi dengan cowokmu tak berkembang. Alih-alih kamu mendapat jawaban yang menyenangkan, dia bisa saja justru marah karena tak suka dengan apa yang diperbincangkan. Jadi ingat dengan seksama, kamu perlu sekali berhati-hati soal komunikasi. Tak semua hal harus selalu ditanya atau dibahas. Sesekali saja sesuai porsi kebutuhannya.

1. Kamu di mana? sedang apa?

Kalau dalam sehari dan setiap kali berkabar hanya bertanya, “lagi di mana?” dan “sedang apa?” Kamu hanya akan tahu segala kegiatannya, tapi sayangnya dirimu kurang paham dengan pribadi cowokmu sendiri. Kalau seperti ini rasanya seperti tong kosong yang nyaring bunyinya, di mana komunikasi lancar dan mudah tapi sayangnya tak berbobot sama sekali.

2. Udah makan belum? jangan lupa makan ya.

Pasanganmu sudah dewasa, sudah tahu kapan dirinya harus makan. Dan sebenarnya tak perlu juga dia selalu lapor sudah makan atau belum. Toh daripada kamu bertanya dia sudah makan atau belum. Lebih baik bertanya bagaimana dengan makanannya hari ini, suka atau tidak, lalu kamu pun bisa bertanya soal makanan kesukaannya, supaya dirimu benar-benar tahu seperti apa seleranya.

3. Kalau udah sampai, kamu harus hubungi aku ya?

Kenapa dia harus menghubungi kamu setiap kali akan pergi atau sampai ke suatu tempat tertentu? Awalnya mungkin cowokmu merasa diperhatikan. Tapi lama-lama kalimat ini justru membuat dia merasa sosokmu terlalu posesif sekali.

4. Itu siapa?

Setiap kali ada temannya yang baru kamu lihat, pasti saat itu juga dirimu bertanya, “itu siapa?” Seolah kamu selalu mau tau saja. Kadang pertanyaan singkat itu pun dirasakan bernada cemburu.

5. Mantan kamu yang mana? dulu kamu sama mantan kamu gimana?

Bahasan masa lalu harusnya bisa kamu hargai sebagai privasi dirinya yang tak perlu diusik. Kecuali dia sendiri yang berinisiatif bercerita tentang masaa lalunya itu kepadamu.

6. Aku sayang banget deh sama kamu

Bilang sayang terus. Padahal sayang bisa diungkapkan ke hal yang lain. Kamu bisa dengan bertanya soal pekerjaannya seminggu ini. Bisa juga dengan bertukar pendapat, saat dia bingung mengambil keputusan. Atau bisa sesederhana kamu mengajaknya berbagi mimpi, harapan atau rencana yang sudah kalian punya.

7. Kenapa sih susah banget dihubunginya?

Setiap kali susah dihubungi, setiap itu pula kamu komplain. Padahal harusnya kamu mendengarkan dulu alasan dia telat membalas pesan atau tak mengangkat telepon, supaya kalian pun bisa menghindari adanya kesalahpahaman yang berulang.

8. Baik-baik di sana, awas kalau kamu macem-macem

Seolah cowokmu ini anak kecil yang tak bisa jaga diri. Sementara obrolan kalian bisa lebih seru lagi, kalau saja kamu cukup bertanya kabar dia di sana, bagaimana lingkungan di sana, sampai hal-hal unik yang dia temui di sana. Toh dengan begitu tetap selalu ada hal yang bisa dibagi meski kalian berjauhan.

9. Kita mau nikah kapan?

Bukankah cowok semakin dikejar, justru semakin lari? Setidaknya begitu juga kemungkinan yang bisa terjadi saat kamu terus saja bertanya, “kapan dirinya akan menikahimu?” Memang kepastian itu perlu, tapi kamu sendiri harusnya bisa bersabar dan memberinya waktu sedikit lagi.

Sebab setiap harinya masih banyak hal-hal yang bisa jadi bahan obrolan kalian. Hal-hal yang lebih berbobot, setidaknya membuat kamu benar-benar paham siapa pasanganmu ini.

Sumber; http://www.hipwee.com/hubungan/biar-komunikasi-dengan-cowokmu-berkembang-9-obrolan-ini-perlu-kamu-kurangi-dari-sekarang/
loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment